Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Kambing Etawa Baru Tahap Dua

Penuntut Punya Waktu 20 Hari Sebelum Sidang

01 Desember 2019, 06: 15: 33 WIB | editor : Abdul Basri

PENUHI PANGGILAN: Mulyanto Dahlan (depan) dan Syamsul Arifin (tutup muka) turun tangga ketika memenuhi panggilan penyidik dalam tahap dua, Kamis (28/11).

PENUHI PANGGILAN: Mulyanto Dahlan (depan) dan Syamsul Arifin (tutup muka) turun tangga ketika memenuhi panggilan penyidik dalam tahap dua, Kamis (28/11). (RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Masa penahanan tersangka kasus kambing etawa, yakni Mulyanto Dahlan dan Syamsul Arifin, sudah 120 hari hingga Jumat (29/11). Penyidik Korps Adhyaksa sudah melimpahkan tersangka dan barang bukti (BB) kepada penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, Kamis (28/11).

Tersangka tiba di kantor kejaksaan sekitar pukul 14.15. Mereka diangkut menggunakan kendaraan dinas kejaksaan. Mulyanto turun terlebih dahulu menggunakan batik merah kombinasi kuning motif bunga. Lalu, disusul Syamsul yang juga memakai baju batik putih kombinasi biru.

Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana mengatakan, pihaknya memanggil kedua tersangka dalam penyerahan tersangka dan BB atau dalam tahap dua. Hal itu dilakukan dari penyidik ke penuntut umum. ”Kami sudah lengkapi semuanya dan akhirnya bisa dilimpahkan,” katanya.

Setelah itu, pihaknya akan melanjutkan pelimpahan ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Untuk tahap dua, kata dia, maksimal waktu yang dimiliki 20 hari dari penyerahan. Untuk teknis, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan secara detail.  

”Kami akan melimpahkan kepada pengadilan tipikor sebelum masa 20 hari ini habis,” tegasnya. ”Secepatnya akan kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” timpalnya mewakili Kajari Bangkalan Badrut Tamam.

Pria asal Bali itu menjelaskan, kondisi kedua tersangka sehat. Sebelum dilimpahkan, mereka diperiksa sebagai tersangka masing-masing dua kali. ”Kemungkinan 10–15 hari pasti akan kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” janjinya.

Edi Juminta selaku kuasa hukum Syamsul Arifin mengatakan, pihaknya akan mempelajari berkas-berkas perkara kliennya dan saat ini hanya normatif. Sebab, kata dia, masih masuk tahap dua dari penyidik ke penuntut umum. ”Responsnya dari kami normatif saja dulu,” ujarnya.

Terkait persiapan yang dilakukan, Edi mengaku masih menunggu proses persidangan. Sidang pertama masih dakwaan. Pihaknya belum tahu dakwaannya seperti apa. Apakah mengajukan eksepsi atau tidak. ”Kami kan belum tahu materi perkaranya sebagaimana apa yang didakwakan. Proses masih panjang,” ungkapnya.

”Kami tetap kooperatif saja apa yang disampaikan dalam BAP. Kami belum tahu juga apa yang disampaikan oleh saksi lain,” pungkasnya. 

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia