Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Cerita Guru Honorer K-2 Berusia 50 Tahun Nyambi Jadi Tukang Setrika

28 November 2019, 19: 17: 24 WIB | editor : Abdul Basri

BERSEMANGAT:  Maimuna saat memimpin senam siswa-siswi SDN Panaguan 2 di halaman sekolahnya, Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, kemarin.

BERSEMANGAT:  Maimuna saat memimpin senam siswa-siswi SDN Panaguan 2 di halaman sekolahnya, Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, kemarin. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Guru honorer tak bisa bergantung sepenuhnya kepada pemerintah. Aktivitas tambahan di luar profesi bisa dilakoni untuk menunjang pendapatan.

Sebagaimana yang dilakoni Maimuna. Guru honorer K-2 yang memegang mata pelajaran olahraga di SDN Panaguan 2, Kecamatan Proppo, tersebut nyambi jadi tukang setrika untuk menambah pendapatan.

Pekerjaan itu dilakoninya usai kegiatan mengajar di sekolah. Kendati honorer, perempuan kelahiran 1969 itu cukup rajin ke sekolah. Berangkat dari rumahnya di Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota sekitar pukul 05.30.

”Baru pulang pukul 12.30. Masuk setiap hari, hanya Minggu libur,” ungkap Maimuna kemarin (27/11). Gaji yang diterimanya dari sekolah hanya Rp 400 ribu. Dana insentif honorer K-2 yang diterimanya dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan Rp 1 juta.

Maimuna mengajar sejak 2003 sampai sekarang. Awalnya di SDN Jambringin 1. Lalu, dimutasi ke SDN Panaguan 2 pada 2016. Dua sekolah tersebut masih satu kecamatan.

”Saya tidak punya banyak harapan. Kalau tidak sarjana kan tidak bisa daftar jadi pegawai. Untuk memenuhi biaya hidup saya cari pekerjaan sampingan,” tuturnya.

Karena tidak ada harapan, dia mengambil setrikaan baju. Selain itu membuat kue. ”Kalau pulang dari sekolah saya kerja, bayarannya 15 ribu setengah hari,” ceritanya. ”Kalau hari Minggu saya ambil setrikaan,” terangnya.

Maimuna menyampaikan, terkadang teman seprofesinya ada yang pernah meminta jasa setrika. ”Saya tidak malu, saya tidak mencuri, kan halal,” ujarnya. Kalau kerja membuat kue dari Senin–Sabtu. ”Kalau kerja full dapat Rp 75 ribu satu minggu,” ceritanya.

Kepala sekolah SMPN-SDN Satu Atap Panaguan Syamsul Arifin menyampaikan bahwa pihaknya dan beberapa teman guru yang lain kadang memberi tambahan honor kendati tidak banyak di luar regulasi yang berlaku kepada Maimuna. ”Bu Maimuna guru yang paling aktif dan kreatif di antara GTT lain. Bu Muna ini ngajar olahraga, ngajarnya setiap hari,” katanya.

Syamsul menilai Maimuna punya karakter yang baik. ”Rajin iya, cara menjelaskan ke anak-anak juga bagus, pelajaran olahraganya bervariasi, orangnya juga bertanggung jawab,” tandasnya. (c2)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia