Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Sampang Kantongi Nama-Nama Bandar Besar

Senpi dan Narkoba Jadi Atensi Khusus

27 November 2019, 11: 53: 40 WIB | editor : Abdul Basri

JADI ATENSI: Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro menunjukkan satu pucuk senpi yang berhasil diamankan dari rumah warga Desa Bira Barat, Kecamatan Sokobanah.

JADI ATENSI: Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro menunjukkan satu pucuk senpi yang berhasil diamankan dari rumah warga Desa Bira Barat, Kecamatan Sokobanah. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Keberadaan senjata api (senpi) ilegal dan peredaran narkoba di Kota Bahari mengkhawatirkan. Perbuatan melawan hukum yang kian marak tersebut jadi atensi khusus Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro.

Didit mengatakan, ditemukannya sepucuk senpi ilegal di dalam rumah warga Desa Bira Barat, Kecamatan Sokobanah, itu jadi indikasi banyaknya warga memiliki senpi. Pihaknya akan segera melakukan pendataan siapa saja yang pegang senpi secara legal di Sampang. Selain itu, anggota yang terdaftar dalam Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) juga akan didata.

”Senpi ini atensi, kami akan terus mendeteksi keberadaan senpi ilegal di Sampang. Jadi, dalam setiap razia kami tidak hanya fokus pada sajam, tapi juga senpi,” kata Didit kemarin (26/11).

Pihaknya juga sudah mengantongi beberapa nama yang diduga bandar besar narkoba. ”Kami tidak akan main-main dalam hal pengungkapan kasus narkoba, siapa pun saya sikat,” janjinya.

Sejauh ini polisi memang kesulitan untuk mengendus bandar besar narkoba yang beroperasi di Sampang. Sebab, menggunakan sistem putus rantai.

”Kami akan bekerja sama dengan seluruh pihak, baik di tingkat daerah dan provinsi untuk mengejar pelaku narkoba ini,” ujarnya.

Didit berharap dukungan dari seluruh masyarakat Sampang. ”Minimal, kami diberikan informasi jika ada sesuatu yang mencurigakan di lingkungan sekitar berkaitan dengan perkara narkoba,” imbaunya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang KH Bukhori Maksum mendukung upaya polres. Narkoba telah merusak generasi muda dan memicu terhadap meningkatnya kriminalitas lainnya.

”Narkoba dan kriminal ini adalah satu-kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Jadi, harus ditumpas dan jadi musuh bersama. Semoga Polres Sampang bisa menumpasnya,” terangnya.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia