Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Sampang

Waspadai Gejolak Pasca Pilkades

25 November 2019, 17: 15: 00 WIB | editor : Abdul Basri

SIAGA: Polisi saat mengikuti apel pasukan pengamanan pilkades beberapa waktu lalu.

SIAGA: Polisi saat mengikuti apel pasukan pengamanan pilkades beberapa waktu lalu. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kota Bahari sudah selesai. Tapi, Polres Sampang tetap mengantisipasi terjadi gejolak, terutama di 22 desa yang masuk daerah sangat rawan.

            Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, seluruh personel bantuan dari luar Sampang sudah dikembalikan ke masing-masing wilayah. Saat ini yang melakukan pengamanan di masing-masing wilayah yaitu polsek jajaran.

”Desa sangat rawan masih jadi atensi kami. Jadi kami minta kepada anggota polsek jajaran supaya tetap waspada dan memantau perkembangannya pasca pilkades,” imbaunya.

Menurut Didit, atensinya masih tetap sama seperti sebelum pelaksanaan pilkades. Terutama berkaitan dengan senjata tajam (sajam) dan narkoba. Dua kasus tersebut yang dinilai sangat menonjol. ”Narkoba dan sajam tetap jadi prioritas kami,” katanya kemarin (24/11).

Total pasukan yang ikut dalam pengamanan pilkades 2019 lalu 2.400 personel. Sebab, ada penambahan personel pada hari pelaksanaan sebanyak 1.020 personel dari Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya.

”Sampang ini luar biasa, potensi konflik dan ricuhnya cukup tinggi. Jadi, personel yang kami libatkan untuk 38 desa yang melakukan pilkades 2.400-an, karena ada penambahan lagi,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan pilkades di Sampang dapat terlaksana dengan lancar, aman, dan kondusif. Polres akan memproses seluruh warga yang diamankan pada saat pilkades karena melanggar aturan.

”Seluruh warga yang diamankan akan kami lidik dan kami proses sesuai hasil penyelidikan dan pemeriksaan,” janjinya.

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengimbau warga bisa menerima semua hasil pilkades. Sebab, dalam kontestasi pasti ada menang atau kalah.

”Kepada yang menang jangan terlalu berfoya-foya dalam merayakannya. Karena, jabatan yang dimenangkannya adalah sebagai amanah. Menang adalah awal untuk tugas dan tanggung jawabnya,” paparnya. 

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia