Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Features

Dibanding Surabaya, UMK di Madura Sangat Kecil. Nominalnya Cuma Segini

22 November 2019, 15: 43: 38 WIB | editor : Haryanto

KOMPAK: Gubernur Jatim saat menetapkan UMK 2020 di kantornya.

KOMPAK: Gubernur Jatim saat menetapkan UMK 2020 di kantornya. (Humas Pemprov Jatim for RadarMadura.id)

Share this      

SURABAYA  - Pemprov Jatim telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2020. Terjadi kenaikan 8,51 persen dibanding tahun lalu. Tapi, hingga saat ini, UMK di Madura masih berkutat di bawah Rp 2 juta.

Dari 38 kabupaten/kota, UMK Surabaya paling besar karena mencapai Rp 4.200.479,19. Disusul Gresik Rp 4.197.030,51, Sidoarjo Rp 4.193.581,85, Pasuruan Rp 4.190.133,19, dan Mojokerto Rp 4.179.787,17.

UMK Bangkalan dan Sumenep Rp 1.954.705,75. Sementara UMK Sampang dan Pamekasan Rp 1.913.321,73. Penetapan UMK merujuk Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim Nomor 188/568/KPTS/013/2019.

Penetapan UMK Jatim 2020 diawali penyampaian usulan bupati/wali kota kepada gubernur melalui Dewan Pengupahan Jatim. Selanjutnya, Dewan Pengupahan Jatim melakukan sidang pembahasan usulan dari masing-masing kabupaten/kota.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap semua stakeholder bisa menjaga iklim hubungan industrial. Dia berkomitmen memperhatikan dan mengacu kepada regulasi. Tentunya, tanpa mengorbankan kepentingan dunia usaha maupun kesejahteraan serta perlindungan tenaga kerja.

”Iklim ketenagakerjaan yang sehat ini pada gilirannya akan berdampak baik terhadap masuk, berkembang, dan terpeliharanya iklim investasi di Jatim. Itu demi tumbuh kembang perekonomian Jatim yang diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Ketua Dewan Pengupahan Jatim Achmad Fauzi mengatakan, usulan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) 2020 yang sudah masuk dari Sidoarjo dan Pasuruan. Pihaknya belum memberi rekomendasi kepada gubernur.

Sebab, usulan UMSK tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut. ”UMSK yang sampai hari ini belum masuk adalah Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Mojokerto,” terangnya. (bam/luq)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia