Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Amankan Pilkades Bira Barat, Aparat Keamanan Bawa 3 Pria ke Mapolres

Setelah Temukan Ratusan Sajam dan Senpi

22 November 2019, 14: 48: 46 WIB | editor : Haryanto

DEMI KEAMANAN: Kapolres Sampang memeriksa warga untuk memastikan tidak membawa sajam.

DEMI KEAMANAN: Kapolres Sampang memeriksa warga untuk memastikan tidak membawa sajam. (Istimewa)

Share this      

SAMPANG – Pasukan gabungan TNI dan Polri tidak ingin Sampang menoreh sejarah buruk setiap kali menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu). Karena itu, pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 38 desa pada 21 November pun mendapat perhatian.

Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, menjadi salah satu fokus perhatian aparat keamanan. Di desa ini, tim gabungan TNI dan Polri melakukan razia Senjata Tajam (Sajam). Petugas menggeledah rumah warga di sekitar Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Penyisiran tersebut dilakukan untuk mengurangi terjadinya kericuhan antar para pendukung Calon Kepala Desa (Cakades). Anggota Polres dan Kodim Sampang juga dibantu personel Satbrimob Polda Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya.

Hasilnya, ratusan sajam berbagai jenis seperti celurit, pisau, parang dan pedang berhasil disita. Ratusan sajam itu ditemukan di sebuah rumah sisi selatan, barat dan utara sekitar TPS. Rinciannya, rumah sisi selatan dan barat ditemukan dua karung sajam dan sepucuk Senjata Api (Senpi) plus lima butir amunisi.

Sementara di rumah sisi utara juga diamankan dua karung berisi sajam. Tak hanya rumah warga yang digeledah, polisi juga menggeledah warga yang hadir ke TPS. Hasilnya, ditemukan warga yang membawa sajam. ”Lebih kurang 200 sajam kami amankan,” ujar Kapolres Sampang AKBP Didit BWS.

Menurut Didit, senpi yang ditemukan di rumah warga jenis Browning Hi-Power. Sementara lima butir pelurunya berkaliber Sembilan milimeter. ”Tiga orang kami amankan. Sebab, kedapatan membawa sajam serta terduga pemilik ratusan sajam,” jelasnya.

Dijelaskan, sajam paling banyak yang ditemukan dalam pelaksanaan pilkades kali ini dari Desa Bira Barat. ”Penggeledahan sajam merupakan tindakan pencegahan supaya tidak ada kericuhan. Sebab, sajam merupakan pemicu kerusuhan,” paparnya.

Didit menegaskan, warga yang diamankan polisi karena membawa sajam akan diproses hukum. Dia mengimbau seluruh warga Sampang tidak mudah terprovokasi. ”Jangan mau diprovokasi pihak luar yang notabene ingin menyulut kerusuhan,” pesannya. (rus/luq)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia