Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Pilkades Sampang, Terjunkan 1.380 Polisi dan TNI

21 November 2019, 20: 29: 25 WIB | editor : Abdul Basri

SIGAP: Tim Gegana Brimob Polda Jatim saat mengikuti apel pasukan di Lapangan Wijaya Kusuma, Sampang, kemarin.

SIGAP: Tim Gegana Brimob Polda Jatim saat mengikuti apel pasukan di Lapangan Wijaya Kusuma, Sampang, kemarin.

Share this      

PELAKSANAAN pilkades serentak di Sampang jadi atensi banyak pihak. Sebab, dari 38 desa yang menggelar pesta demorkasi, 22 desa di antaranya masuk kategori sangat rawan konflik.

Sebanyak 1.380 personel gabungan TNI dan Polri mengikuti apel pasukan di Lapangan Wijaya Kusuma, Sampang, sejak pukul 07.00 kemarin (20/11). Merekalah yang akan mengamankan pilkades serentak 2019.

Bupati Sampang Slamet Junaidi, Kapolres AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro, dan Dandim 0828 Letkol Czy Ary Syahrial memimpin apel sekaligus memberikan arahan kepada seluruh personel. Seluruh kelengkapan alat pengamanan seperti barakuda, water canon, dan mobil anti huru-hara disiapkan. Tak ketinggalan, Polres Sampang juga menurunkan mobil K-9 Polda Jatim.

AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, pengamanan pilkades tahun ini cukup maksimal. Segala tim kesatuan diturunkan. ”Sebanyak seribu tiga ratus delapan puluh personel diturunkan untuk mengamankan pilkades tahun ini,” katanya.

Pihaknya sudah memetakan desa yang akan melaksanakan pilkades. Yaitu kurang rawan, rawan, dan sangat rawan.

”Personel kali ini gabungan dari TNI dan Polri, di dalamnya ada Brimob dan bantuan dari sejumlah polres jajaran di Jawa Timur,” paparnya.

Pihaknya menegaskan bahwa pengamanan pilkades kali ini juga menurunkan tim K-9 atau anjing pelacak. ”Benar, K-9 juga kami turunkan, kami taruh di Sokobanah,” ungkapnya.

Setelah mengikuti apel pasukan, seluruh personel langsung diberangkatkan ke wilayah masing-masing. ”Kami akan mengecek dan memantau di lokasi yang sangat rawan. Tiga kecamatan di pantura masuk kategori sangat rawan,” terangnya.

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengutarakan, Sampang adalah sumbu pendek. Sumber daya manusia (SDM) Sampang memang rendah. ”Butuh kedekatan emosional, karena SDM warga Sampang masih banyak yang rendah. Komunikasi harus didahulukan,” jelasnya.

Bupati berharap pilkades pertama di masa kepemimpinannya bisa berjalan seperti yang diharapkan. ”Warga Sampang harus menjaga kondusivitas, jangan sampai memicu konflik dalam pelaksanaan pilkades ini,” imbaunya.

Dandim 0828/Sampang Letkol Czy Ary Syahrial menambahkan, seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan pilkades tugasnya mengamankan. Seluruh personel harus bisa menjaga netralitas.

”Seluruh personel harus bisa mengamankan, hindari tindakan yang memicu terjadinya konflik,” tegasnya.

Dengan begitu, pilkades yang bermartabat di Sampang dapat kita wujudkan tahun ini, serta bisa dijadikan sebagai acuan terhadap pelaksanaan pilkades selanjutnya. ”Sekarang ini kita menjadi satu bersama TNI dan Polri untuk menciptakan pilkades yang damai,” pungkasnya.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia