Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Pemilihan Kepala Desa Serentak 2019 di Kota Bahari

132 Cakades Berebut Suara Rakyat

21 November 2019, 20: 27: 02 WIB | editor : Abdul Basri

SIAP DAMAI: Para cakades se-Kabupaten Sampang saat membacakan deklarasi pilkades damai di Lapangan Wijaya Kusuma, Senin malam (18/11).

SIAP DAMAI: Para cakades se-Kabupaten Sampang saat membacakan deklarasi pilkades damai di Lapangan Wijaya Kusuma, Senin malam (18/11). (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

Beda pilihan bukan masalah. Para kandidat juga harus siap menang ataupun kalah. Jangan mudah terprovokasi. Kondusivitas pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) wajib dijunjung tinggi.

 HARI ini (21/11) Ribuan warga Sampang akan menentukan pemimpin di tingkat desa. Sebanyak 132 calon kepala desa (cakades) di 38 desa bersaing merebut suara rakyat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Abd. Malik Amrullah memastikan bahwa pelaksanaan pilkades sudah siap. Berbagai tahapan dilakukan, baik secara teknis maupun nonteknis.

Selain itu, upaya untuk mewujudkan pilkades yang aman dan damai juga telah dilakukan. Salah satunya dengan menggelar deklarasi pilkades damai. ”Para calon kepala desa telah membacakan komitmen deklarasi damai di Lapangan Wijaya Kusuma,” kata Malik Amrullah kemarin (20/11).

Pesta demokrasi tersebut penting untuk disukseskan bersama-sama, baik oleh penyelenggara, kontestan, tim pendukung, dan masyarakat. Sebab, pilkades memerlukan persiapan yang panjang, menguras tenaga, pikiran, serta anggaran besar.

Untuk kebutuhan anggaran pilkades sendiri menelan dana yang cukup besar. DPMD menggelontorkan dana sekitar Rp 3,9 miliar. Jika dibagi, rata-rata setiap desa akan mendapatkan kucuran dana di kisaran Rp 100 juta.

Tetapi menurut Malik, pembagian anggaran itu tidak dilakukan secara merata. Sebab, kebutuhan di masing-masing desa berbeda antar satu dengan yang lain. Karena itulah, anggaran yang diturunkan ke desa disesuaikan dengan jumlah panitia pemilihan kepala desa (P2KD), jumlah dusun, serta jumlah pemilih.

Bupati Sampang Slamet Junaidi menekankan agar pilkades serentak ini bisa berlangsung damai. Kedamaian dan kondusivitas pesta demokrasi ini harus dijunjung tinggi oleh semua pihak, baik para kandidat, tim pendukung, dan lainnya.

Pihaknya juga mengajak kepada para calon untuk mengedepankan visi, misi, dan tidak menebar provokasi. Termasuk juga mengingatkan para kandidat yang mencalonkan diri sebagai calon Kades semata-mata karena niat ibadah. Niat ini penting agar dalam mencapai tujuan mereka bisa melakukan hal-hal yang baik.

”Mari kita jaga kondusivitas kabupaten yang kita cintai ini. Jangan ada provokasi,” imbau mantan anggota DPR RI itu.

Di tempat terpisah, pengamat politik Madura Romel Masykuri mengatakan bahwa pelaksanaan pilkades sejatinya diorientasikan agar pelembagaan demokrasi di tingkat lokal bisa tercipta, sekaligus meminimalkan konflik yang berujung pada kekerasan. Bukan sebaliknya, melanggengkan praktik kekerasan.

Oleh karena itu, agar pelaksanaan pilkades berjalan aman, damai, dan kondusif, seluruh pihak harus bekerja sama sesuai peranannya masing-masing. Panitia pilkades harus jujur dan bekerja sesuai aturan yang ditetapkan. Tidak boleh memihak kepada salah satu calon kepala desa.

”Kecenderungan konflik hingga berujung kekerasan selama ini karena panitia tidak bekerja secara netral. Akibatnya, memunculkan kekecewaan salah satu pihak,” terangnya.

Demikian juga para calon kepala desa yang berkompetisi, menurutnya, harus memberikan pemahaman kepada para pendukung dan simpatisan agar tidak menggunakan kekerasan bila ada permasalahan yang ditemui di lapangan. Warga yang mempunyai hak pilih juga harus memaknai pilkades sebagai wujud kegembiraan, bukan ketegangan. Dengan begitu, warga menyambut dan melaksanakan pilkades dengan penuh sukacita.

”Pilkades adalah perwujudan musyawarah warga desa dalam memilih pemimpin, itu sebabnya jika tidak berjalan damai dan aman, seluruh warga desa yang malu tanpa terkecuali,” jelasnya.

”Sudah saatnya warga Madura, khususnya Sampang, yang kali ini melaksanakan pilkades bisa menunjukkan bahwa pilkades adalah hajat seluruh warga, dan kita semua punya kewajiban untuk menjaga agar berjalan aman, damai, dan gembira,” tukasnya.

(mr/mam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia