Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Pembahasan RAPBD Dihentikan

20 November 2019, 14: 31: 11 WIB | editor : Abdul Basri

DEADLOCK LAGI: Banggar dan timgar membahas RAPBD 2020 di ruang rapat paripurna kemarin.

DEADLOCK LAGI: Banggar dan timgar membahas RAPBD 2020 di ruang rapat paripurna kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2020 terpaksa dihentikan kemarin (19/11). Antara tim anggaran (timgar) pemkab dan badan anggaran (banggar) DPRD kembali menemui jalan buntu.

Pembahasan anggaran itu dimulai sekitar pukul 10.00 secara tertutup. Sekitar pukul 11.59 rapat dihentikan. Pimpinan rapat memutuskan pembahasan anggaran tersebut ditunda.

Anggota Banggar DPRD Pamekasan Hamdi mengatakan, pembahasan anggaran sebenarnya hampir selesai. Namun, ada beberapa pertanyaan dari legislatif yang belum terjawab dalam lembar jawaban eksekutif.

Di antaranya, pertanyaan tentang pendapatan asli daerah (PAD) yang dinilai stagnan. Ada kenaikan, tetapi tidak terlalu signifikan. Pada 2019, PAD mencapai Rp 177.941.072.561.

Pada RAPBD 2020, dana yang dianggarkan Rp 184.389.263.724. Kenaikannya hanya Rp 6.448.191.163 dalam setahun. Padahal, jika seluruh potensi pendapatan dikelola dengan baik, peningkatannya bisa jauh lebih tinggi.

Pertanyaan tersebut disampaikan kepada eksekutif sebelum menggelar pembahasan lanjutan. Namun, dalam lembar jawaban pertanyaan tersebut tidak terakomodasi. Akibatnya, banggar memutuskan rapat ditunda.

Pertanyaan lain yang juga belum terjawab yakni seputar pendidikan. Dewan mendesak eksekutif lebih serius membahas anggaran itu. ”Eksekutif harus menjawab dulu pertanyaan banggar, pembahasan akan dilanjutkan,” katanya.

Rencananya, pembahasan RAPBD 2020 itu dilanjutkan hari ini (20/11). Harapannya, eksekutif menjawab seluruh pertanyaan dewan. Sebab, antara eksekutif dan legislatif memiliki keinginan sama. Yakni, pembangunan Pamekasan yang lebih baik.

Sekretaris Timgar Setkab Pamekasan Sahrul Munir membenarkan sejumlah pertanyaan belum terakomodasi. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh. ”Minta keterangan banggar saja,” ujarnya.

Sahrul hanya menegaskan bahwa timgar siap kapan pun membahas RAPBD. Anggaran yang tercantum dalam RAPBD 2020, menurut dia, masih masuk tahap pembahasan. Kemungkinan bisa berubah.

Untuk diketahui, pembahasan RAPBD 2020 antara timgar dan banggar dua kali deadlock. Pertama, rapat dihentikan lantaran ada anggaran yang dinilai tidak rasional. Yakni, pembelian tisu yang dinilai mahal.

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia