Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Features

Warga Palestina Jadi Korban Serangan Israel, ACT Tetap Kirim Bantuan

18 November 2019, 19: 03: 59 WIB | editor : Haryanto

SIMBOLIS: Tim ACT menyerahkkan bantuan kepada warga Palestina yang menjadi korban serangan Israel.

SIMBOLIS: Tim ACT menyerahkkan bantuan kepada warga Palestina yang menjadi korban serangan Israel. (ACT for RadarMadura.id)

Share this      

GAZA - Sebagian besar korban eskalasi serangan Israel ke Gaza adalah perempuan dan anak-anak. Hal itu, diungkap Menteri Kesehatan Palestina dokter Mai al-Kaila dilansir dari International Middle East Media Center.

Kondisi terkini, lebih dari 70 kali serangan dan pengeboman yang menyasar warga Palestina di Gaza. 34 orang tewas dan 120 orang terluka. Dari 34 orang yang tewas, ada delapan anak-anak dan tiga wanita.

Serangan Israel mengerikan dan tergolong kejahatan serius yang terencana. Seharusnya, lembaga kemanusiaan internasional tidak tinggal diam. Salah satunya lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

AKRAB: Tim ACT saat berbincang dengan anak-anak Palestina.

AKRAB: Tim ACT saat berbincang dengan anak-anak Palestina. (ACT for RadarMadura.idi)

Khodor Aldaraj, peneliti konflik di Gaza menggambarkan penjajahan yang sangat mempersulit masyarakat Gaza. Warga setempat dilarang membawa barang apa pun. Termasuk perlengkapan medis.

Serangan Israel, menambah penderitaan warga Palestina. Apalagi, warga kekurangan alat medis dan obat-obatan. "Kita harus membantu. Situasi di Gaza sangat buruk. Pengeboman masih terjadi, banyak orang tewas," kata Khodor.

Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) – ACT menuturkan, korban yang terluka masih dirawat tim ACT. “Sejak serangan pada Selasa lalu (12/11), relawan dan mitra ACT terus memberi dukungan medis. Salah satunya bantuan kruk dan kursi roda," katanya.

Dijelaskan, ACT juga memberi bantuan peralatan rumah tangga. "Kami terus melayani para korban. Di samping bantuan pascaserangan, ACT juga memberi bantuan pangan bagi warga Gaza," terang Faradiba.

Hingga saat ini, kata Faradiba, bantuan penyediaan Bank Darah ACT juga dimanfaatkan warga Gaza. Itu hasil kolaborasi ACT dengan Central Blood Association di Khan Younis Gaza.

Sejak September lalu, ACT menargetkan menyediakan 1.000 kantong darah untuk menyuplai kebutuhan pasien di Gaza. Hingga Desember nanti, 1.000 kantong darah ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan.

ACT terus mengajak masyarakat dermawan untuk membantu warga terdampak konflik kemanusiaan di Palestina. Sahabat Dermawan dapat berdonasi langsung melalui tautan www.indonesiadermawan.id/PalestineUnderAttack. (*)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia