Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Toko Modern Semakin Menjamur, Toko Kelontong Terancam

Sama-Sama Dibutuhkan, tapi Tertib Aturan

18 November 2019, 13: 39: 27 WIB | editor : Abdul Basri

TERANCAM: Transaksi jual beli di toko tradisional di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Sabtu (16/11).

TERANCAM: Transaksi jual beli di toko tradisional di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Sabtu (16/11). (ZAINURI/RadarMadura.id)

Share this      

Keberadaan toko modern hampir dipastikan mematikan toko kelontong. Dalam menyediakan segala kebutuhan, toko modern dinilai lebih lengkap daripada toko tradisional. Di Bangkalan, toko modern menjamur sejak dua tahun terakhir.

TOKO modern juga didukung tempat yang bersih. Kualitas pelayanan mumpuni. Sementara itu, sebagian besar toko kelontong milik warga terkesan ala kadarnya. Baik dari sisi bentuk fisik toko mampun pelayanan.

Penilaian itu disampaikan Kabid Informasi dan Pengendalian Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Hosun. Dia tidak menampik bahwa keberadaan toko modern mematikan sebagian usaha masyarakat.

 ”Mau bagaimana lagi, kita didorong oleh kemajuan zaman. Paling tidak jika tetap ingin bertahan, toko-toko usaha masyarakat harus berbenah,” katanya.

Hosun meminta pengelola toko tradisional segera berinovasi secara keseluruhan, mulai dari pelayanan hingga penataan. ”Masa sudah berdagang selama bertahun-tahun tidak bisa berinovasi,” ujarnya Jumat (15/11).

Hingga kini, toko modern di Kota salak berjumlah 54 unit. Toko tersebut tersebar di 18 kecamatan. Masing-masing ada 20 Alfamart dan 34 Indomaret. Data itu belum termasuk Basmalah.

Kepala DPMPTSP Bangkalan Ainul Gufron menerangkan, pihaknya perlu mengadakan dialog publik antara pemilik toko modern dan tradisional supaya tidak dihadapkan pada situasi dilematis. Sebab, pemerintah dalam posisi memfasilitasi dan memberikan regulasi yang tidak diskriminatif. Baik kepada pelaku usaha toko tradisional maupun modern. ”Karena keduanya sama-sama dibutuhkan,” tuturnya.

Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Mujiburrohman turut prihatin atas menjamurnya toko modern di Kota Salak. Persoalan ini memang rumit. Untuk mendorong usaha milik rakyat tidak harus menutup pelaku pasar modern. Keberadaan keduanya sama-sama dibutuhkan.

”Kalau sesuai prosedur kan jaraknya memang harus berjauhan. Ini perlu dikaji lebih mendalam,” ucapnya. (c1)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia