Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Kejari: Masih Ada Pejabat Terlibat Kasus penarikan fee proyek

18 November 2019, 03: 40: 59 WIB | editor : Abdul Basri

KOMPAK: Dari kiri, Kasi Barang Bukti Saefudin, Kasipidsus Edi Sutomo, dan Kasi Intel Ivan Kusuma Yuda berbincang di meja ruang Pidsus Kejari Sampang beberapa waktu lalu.

KOMPAK: Dari kiri, Kasi Barang Bukti Saefudin, Kasipidsus Edi Sutomo, dan Kasi Intel Ivan Kusuma Yuda berbincang di meja ruang Pidsus Kejari Sampang beberapa waktu lalu. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Kasus penarikan fee proyek dana alokasi khusus (DAK) 2019 terus berjalan. Tiga orang sudah ditetapkan tersangka. Dua di antaranya bergulir ke jaksa penuntut setelah dilimpahkan oleh penyidik kejaksaan.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti pada tahap dua itu dilakukan Jumat (15/11). Dua tersangka itu Ach. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi. ”Tahap dua baru selesai kami laksanakan Jumat (15/11). Tapi, hanya dua tersangka saja dulu, yang ketangkap kali pertama,” terang Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo kemarin (17/11).

Dia menjelaskan, dalam kasus ini yang melimpahkan dan yang menerima tersangka serta barang bukti sama-sama pihak kejaksaan. Menurut dia, prosedur penanganan perkara memang demikian.

Jaksa penuntut yang menerima berkas tahap dua memiliki waktu untuk mengkaji dan meneliti berkas. Jika sudah dinyatakan lengkap, jaksa penuntut segera melimpahkan ke pengadilan untuk didaftarkan sidang.

Pihaknya menegaskan, barang bukti dari dua tersangka yang juga dilimpahkan ke jaksa penuntut 37 macam. Termasuk uang Rp 75 juta yang ditemukan saat keduanya tertangkap di jalan raya tak jauh dari SDN Banyuanyar 2.

Ada dua barang bukti yang sangat berharga dan mampu memberikan petunjuk atas perkara penarikan fee proyek. Yakni, buku tabungan dan buku catatan rincian fee proyek DAK 2018 yang sudah ditarik maupun belum. ”Ada satu buku yang berisi catatan penarikan fee proyek DAK 2018 yang dilakukan oleh disdik. Semua tercatat dengan rinci,” ungkapnya.

Sementara berkas tersangka Edi Purnawan masih dilengkapi. Pihaknya masih terus mengembangkan keterangan saksi, dan memanggil serta memeriksa para saksi lainnya. ”Keterangan tiga tersangka saat diperiksa menyatakan bahwa ada lagi pejabat yang terlibat. Tapi, belum kami tetapkan tersangka, menunggu buktinya lengkap dulu,” janjinya.

Ach. Rojiun dan Moh. Edi Wahyudi diancam pasal 2 ayat 1 UU 31/1999 atas perubahan UU 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda minimal Rp 50 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

”Slow-lah, saya pastikan kasus yang kami tangani ini tidak akan mandek. Satu per satu akan kami selesaikan,” tegasnya.

Pj Sekkab Sampang Yuliadi Setiawan menunggu proses hukum perkara yang melibatkan pejabat disdik itu selesai. Setelah itu, baru akan menindaklanjuti dengan dasar dan pertimbangan putusan yang telah dijatuhkan kepada mereka yang terlibat.

”Kami tentu mengikuti perkembangan proses hukumnya. Pemerintah daerah akan bertindak setelah selesai perkaranya,” singkatnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia