Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Ciduk Penyabu Depan Mapolsek

Beli Narkoba dari Sokobanah

17 November 2019, 15: 30: 30 WIB | editor : Abdul Basri

KEOK: Dua penyalah guna narkoba diapit personel Polsek Pasean setelah ditangkap Jumat malam (15/11).

KEOK: Dua penyalah guna narkoba diapit personel Polsek Pasean setelah ditangkap Jumat malam (15/11). (POLRES PAMEKASAN FOR RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Perang terhadap narkoba terus digelorakan Polres Pamekasan dan polsek jajaran. Penyisiran penyalah guna barang haram itu terus dilakukan. Dua pemakai berhasil ditangkap anggota Polsek Pasean Jumat (15/11) pukul 21.00.

Kapolsek Pasean Iptu Togiman mengatakan, penangkapan pemakai narkoba itu berawal dari laporan masyarakat. Ada dua orang mengendarai sepeda motor bebek malintas di wilayah hukum Polsek Pasean usai transaksi narkoba.

Berdasar informasi tersebut, polisi menggelar razia di depan kantor Polsek Pasean. Dua pria yang dicurigai membawa barang haram narkoba itu berlagak mencurigakan. Sebelum digeledah, mereka membuang bungkus rokok.

Polisi yang menaruh curiga mengecek bungkus rokok itu. Akhirnya, diketahui terdapat narkoba jenis sabu-sabu (SS) seberat satu gram di dalam bungkus rokok tersebut. Lalu, polisi menginterogasi dua pengendara motor itu.

Mereka kemudian mengakui kepemilikan barang haram tersebut. Dua pengendara motor itu bernama Busa’i, 27, dan Junaidi, 21. Mereka adalah warga Dusun Ares Tengah, Desa Belluk Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep.

Togiman mengatakan, di sela penggeledahan, Busa’i sempat melarikan diri ke arah pantai. Namun, upaya melawan hukum itu gagal. Polisi berhasil menangkap pria yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba tersebut. ”Sempat kabur sekitar 100 meter,” katanya kemarin (16/11).

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah alat bukti. Yakni, jaket milik Busa’i dan bungkus rokok berisi SS seberat satu gram dan uang tunai Rp 50 ribu.

Dua penyalah guna narkoba beserta barang bukti itu diserahkan ke Satnarkoba Polres Pamekasan. Selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Asal-usul narkoba yang dibawa Busa’i dan Junaidi masih didalami polisi. Berdasar pengakuan kedua tersangka, narkoba itu dibeli dari Sokobanah, Sampang.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Abdul Haq meminta pengawasan dan razia narkoba lebih masif. Sebab, barang haram itu menyentuh berbagai jenis usia. Mulai remaja hingga orang tua.

Penanganan narkoba tidak hanya diserahkan kepada polisi. Masyarakat juga harus membentengi keluarga dari pengaruh barang berbahaya itu. ”Mari sama-sama perangi narkoba,” ajaknya.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia