Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment

Popda Munculkan Bibit Unggul

Baru Pertama Libatkan IPSI

17 November 2019, 15: 21: 50 WIB | editor : Abdul Basri

MEREBUTKAN JUARA: Atlet pencak silat bertanding pada putaran semifinal di GOR Saka Bangkalan kemarin.

MEREBUTKAN JUARA: Atlet pencak silat bertanding pada putaran semifinal di GOR Saka Bangkalan kemarin. (ACHMAD CORI R./RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Seleksi atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2020 cabang olahraga (cabor) pencak silat memasuki babak final kemarin (16/11). Puluhan atlet bersaing untuk memperebutkan gelar juara untuk dapat maju pada Popda 2020.

Ketua Panitia Seleksi Cabor Pencak Silat 2019 Mahfud mengutarakan, ada beberapa kendala, terutama pada atlet, karena usia yang masih belia. Namun, secara umum pertandingan berjalan lancar. Hanya, beberapa atlet mengalami masalah pernapasan. ”Selain itu, pertandingan berlangsung ketat,” jelasnya.

Perincian atlet putra pada babak semifinal yaitu Bagus Kurnia Putra (Modung), Tresna Quddusy (Arosbaya), Rayhan Febrian Sabillah (Bangkalan), Muh. Faturrohman (Konang), Rahmat Hidayat (Galis), dan Aimar Han (Bangkalan). Selain itu, Mohammad Luqman Hakim (Modung), Moh. Fathur Rosi (Blega).

Sedangkan pada kategori putri, yang masuk pada babak final yaitu Maweddetul Hotimah (Bangkalan), Rafika Ingga Tristira (Burneh), Hartina Sri Maharani (Burneh), dan Hann (Galis).

Waktu juga menjadi salah satu kendala utama selama pertandingan sehingga seleksi dilakukan hingga malam hari. Apalagi Kamis (14/11) sempat mati lampu karena hujan.

Pada seleksi Popda 2019 ini, Mahfud mengakui bahwa muncul bibit unggul baru untuk dipersiapkan menuju Popda 2020. ”Banyak talenta dan atlet yang memiliki potensi baru ketahuan sekarang,” jelasnya.

Program kerja Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan ini baru kali ini melibatkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Hal itu merupakan inovasi baru dispora. ”Baru pertama kali dan kami sangat antusias, terutama teman-teman yang ada di perguruan pencak silat se-Bangkalan,” ucap Mahfud.

Pelatih perguruan Pesilat Organisasi (PO) Firdaus mengapresiasi event itu karena memberikan kesempatan pada semua atlet cabor silat. Firdaus juga mengungkapkan kurangnya variasi perguruan yang ikut dalam seleksi karena beberapa perguruan mendominasi pada setiap kecamatan. ”Tahun depan mungkin bisa lebih variatif agar tidak dikuasai satu perguruan saja,” ungkapnya. (c4)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia