Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan
Tiga Pengambil Formulir Gugur

Tujuh Bacabup-Bacawabup Berebut Rekom PKB

17 November 2019, 15: 08: 25 WIB | editor : Abdul Basri

Tujuh Bacabup-Bacawabup Berebut Rekom PKB

Share this      

SUMENEP – Achmad Fauzi dipastikan gugur dalam penjaringan bakal calon bupati (bacabup) Sumenep yang digelar DPC PKB. Sebab, pria yang saat ini menjabat wakil bupati (Wabup) itu tidak mengembalikan formulir.

Penjaringan bacabup-bacawabup itu dibuka DPC PKB Sumenep sejak Kamis (31/10). Setelah ditutup pada Jumat (15/11), diperoleh sepuluh nama yang memenuhi syarat. Mereka terdiri atas lima bacabup dan dua bacawabup. Sedangkan tiga orang lainnya tidak memenuhi syarat.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Sumenep M. Kamalil Ersyad bersyukur penjaringan bacabup dan bacawabup untuk Pemilu 2020 tuntas. Dengan banyaknya kandidat yang ingin maju melalui PKB itu menandakan bahwa penjaringan sukses. ”Bisa dilihat dari yang mengambil dan yang mengembalikan,” ucapnya kemarin (16/11).

Ersyad mengatakan, dari 15 hari penjaringan, ada 10 kandidat yang mengambil formulir pendaftaran. Dengan perincian, 7 mengambil formulir bacabup dan 3 mengambil formulir bacawabup. Kendati demikian, tidak semuanya mengembalikan.

Mereka yang mengambil formulir pendaftaran bacabup Muh. Unais Ali Hasyam, Fattah Jasin, dan Nurfitriana. Kemudian, Achmad Fauzi, Moh. Shalahuddin A. Warits, Donny M. Siraj, dan Abdul Hamid Ali Munir.

Yang mengambil formulir pendaftaran bacawabup yakni Achmad Yunus, Ahmad Zainal Arifin, dan Nur Faizin. Kendati ada 10 kandidat bacabup-bacawabup yang mengambil formulir, tiga di antaranya tidak menyerahkan kembali. Mereka adalah Abdul Hamid Ali Munir dan Achmad Fauzi. Sedangkan Ahmad Zainal Arifin tidak mengembalikan formulir bacawabup.

Ersyad memastikan tidak melakukan perpanjangan atau membuka penjaringan kembali. Menurut dia, hanya kandidat yang menyerahkan formulir yang akan disampaikan ke DPP melalui DPW PKB. ”Setelah ini, kami akan membuat laporan ke DPC. Nanti DPC yang akan melaporkan secara struktural kepada DPW dan DPP,” terang pria asal Kecamatan Gapura itu.

Ersyad mengungkapkan, keputusan penuh ada di tangan DPP. Rekomendasi bukan wewenang DPC PKB. Semua ada di tangan DPP untuk menentukan siapa yang akan direkomendasikan PKB untuk maju sebagai cabup dan cawabup pada Pilkada 2020.

Bahkan, kata dia, DPP juga akan turun langsung untuk melakukan uji kelayakan kepada kandidat yang akan maju dari partai berlambang bola bumi itu. ”Nanti DPP yang akan melihat potensi siapa layak untuk diusung,” tuturnya.

Semua yang mengembalikan formulir itu sama-sama berpeluang mendapatkan rekomendasi. Semuanya memiliki potensi dan jiwa pemimpin yang baik. Dengan demikian, semuanya dianggap layak memimpin Kota Keris.

Sekretaris DPC PKB Sumenep Ach. Rasidi mengatakan, dengan berakhirnya penjaringan, pihaknya segera mengajukan nama-mana kandidat yang mengajukan formulir ke DPP. Dia menyebut banyak faktor yang akan menjadi pertimbangan DPP sebelum menjatuhkan rekom. ”Salah satunya, survei atau silaturahmi dengan meminta pertimbangan berbagai tokoh yang akan dilakukan langsung oleh tim DPP,” terangnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia