Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

RSU Mohammad Noer Sulit Jadi Rujukan

RSU Ketapang Belum Miliki Izin Operasional

17 November 2019, 14: 58: 37 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM SESUAI IMPIAN: Warga berada di RSU Mohammad Noer di Jalan Bonorogo, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, kemarin.

BELUM SESUAI IMPIAN: Warga berada di RSU Mohammad Noer di Jalan Bonorogo, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Mimpi Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjadikan RSU Mohammad Noer sebagai rumah sakit rujukan butuh proses panjang. Anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit. Diperkirakan mencapai Rp 360 miliar.

Direktur RSU Mohammad Noer Nono Ifantono menyatakan, pembangunan rumah sakit rujukan itu butuh proses panjang. Salah satunya, harus relokasi gedung. Sebab, lahan yang ditempati sekarang tidak bisa digunakan untuk pengembangan bangunan. Rumah sakit tersebut bakal direlokasi ke Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu.

Tahun ini pemerintah menyiapkan anggaran Rp 50.250.000.000. Rp 49,7 miliar untuk pembelian lahan seluas 5,2 hektare. Sisanya digunakan untuk penaksiran harga.

Pihaknya berkonsultasi dengan Kementerian PUPR. Hasil kajian sementara, pembangunan rumah sakit rujukan butuh anggaran Rp 310 miliar. Total antara kebutuhan pembangunan dan pembebasan lahan Rp 360.250.000.000.

Pembangunan rumah sakit yang dijanjikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu diperkirakan rampung pada 2023. Tahun ini fokus pada pembebasan lahan. Tahun depan mulai perencanaan pembangunan. Dilanjutkan dengan pemasangan struktur bangunan seperti pilar di sejumlah titik.

Proses selanjutnya yakni pembangunan gedung unit gawat darurat (UGD), OK, dan gedung rawat inap. Rumah sakit rujukan itu direncanakan menyediakan 300 tempat tidur. Jenis pelayanan akan ditambah sehingga sarana dan prasarananya juga harus ditambah. Di ataranya, sumber daya manusia (SDM) dan alat kedokteran.

Pembangunan rumah sakit rujukan itu bisa terwujud jika kebutuhan anggaran terpenuhi. Misalnya, tahun depan dana yang dibutuhkan dikucurkan secara penuh, semua proses pembangunan bisa langsung digarap. ”Kami sudah ngomong soal biaya tergantung komitmen pemprov gimana,” katanya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Khairul Umam mendorong pembangunan rumah sakit rujukan itu. Selama ini, masyarakat Madura yang butuh perawatan intens dirujuk ke Surabaya. Jika RSU Mohammad Noer benar-benar dijadikan rumah sakit rujukan, SDM dan sarana-prasarana harus mumpuni. ”Kalau sudah ada rumah sakit rujukan di Pamekasan, warga Madura tidak lagi harus ke Surabaya,” tandas politikus PKB itu.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang perlu kerja ekstra untuk mengoperasionalkan Rumah Sakit Umum (RSU) Ketapang. Sebab, sampai saat ini rumah sakit di wilayah utara itu masih kekurangan banyak hal. Salah satunya, belum turunnya perizinan.

Plt Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi mengatakan, gedung RSU Ketapang siap ditempati untuk layanan kesehatan. Akan tetapi, untuk perizinan belum selesai. Saat ini pihaknya sedang mengupayakan agar surat izin operasional segera terbit. ”Saya mendorong supaya perizinannya cepat turun,” katanya.

Proses izin operasional ini lama karena menyangkut syarat lain yang perlu dipenuhi. Misalnya, dokumen izin mendirikan bangunan (IMB), UKL-UPL, amdalain, dan perizinan lainnya. Penyatuan sertifikat tanah juga perlu diurus hingga tuntas.

Izin operasional penting tidak hanya agar RSU Ketapang bisa beroperasi. Tetapi, agar rumah sakit pelat merah itu bisa mengajukan formasi kepada pemerintah pusat. Untuk rekrutmen CPNS tahun ini, RSU Ketapang tidak kebagian formasi karena belum beroperasi.

Persiapan lainnya sudah dimatangkan. Misalnya, membentuk penanggung jawab RSU Ketapang. Saat ini dinkes telah menunjuk tim untuk persiapan operasional rumah sakit tersebut. Penunjukan penanggung jawab RSU Ketapang dilakukan karena saat ini sudah banyak alat medis yang masuk.

Pihaknya punya waktu satu setengah bulan untuk menyiapkan operasional RSU Ketapang. Sebab, dia menargetkan 2020 sudah bisa melayani. ”Saya berharap pada 2020 dioperasionalkan,” tukasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Sri Rustiana berharap RSU Ketapang segera beroperasi. Menurut dia, rumah sakit tersebut sangat dinantikan warga. Terutama, warga yang berdomisili di wilayah utara.

(mr/pen/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia