Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Kembalikan Formulir, Yunus Diarak Komunitas Motor

16 November 2019, 15: 38: 39 WIB | editor : Abdul Basri

HARAPAN BERSAMA: Bacawabup Achmad Yunus (tengah) menyerahkan berkas pendaftaran kepada Sekretaris DPC PKB Sumenep Ach. Rasidi kemarin.

HARAPAN BERSAMA: Bacawabup Achmad Yunus (tengah) menyerahkan berkas pendaftaran kepada Sekretaris DPC PKB Sumenep Ach. Rasidi kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Perhelatan pemilihan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Sumenep kian dekat. Beberapa figur publik juga terus bermunculan. Salah satunya Achmad Yunus yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Yunus sudah memiliki basis masa yang besar. Hal itu terlihat ketika pria berkacamata itu menyetorkan formulir pendaftaran ke kantor DPC PKB Sumenep kemarin (15/11). Dia diarak ratusan kaum milenial dari berbagai komunitas sepeda motor.

Yunus mengatakan, kedatangannya ke kantor DPC PKB di Jalan Imam Bonjol untuk menyerahkan form pendaftaran dirinya sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup). Kedatangannya dengan ratusan kaum milenial itu sebagai bukti bahwa dirinya mendapat banyak dukungan dari generisi muda.

”Saya diantar cukup banyak oleh teman-teman komunitas generasi muda. Karena memang saya yang dicalonkan oleh generasi muda,” ucapnya.

Sampai saat ini Yunus hanya mendaftar melalui PKB. Hal itu tidak lepas karena dirinya lahir dari keluarga Nadhlatul Ulama (NU). Selain itu, pada pemilihan anggota legislatif (pileg) April lalu PKB jadi pemenang. Bahkan, kata Yunus, ayahnya adalah tim sembilan yang mendirikan PKB di Kota Keris.

”Kami memiliki keideologian NU yang kuat, dan PKB adalah partai yang merepresentasikan NU,” tegasnya.

Meski dirinya mendaftar lewat PKB, tidak menutup kemungkinan akan berkoalisi dengan partai yang lainnya. Yang terpenting adalah memiliki keinginan yang sama. Memajukan Kota Keris dan menyejahterakan masyarakat.

Pada kesempatan itu Yunus membocorkan kriteria bacabup yang ingin didampingi. Yakni, sama-sama masih muda. Pihaknya mengaku, saat ini tengah dekat dengan salah satu cabup yang dikehendakinya itu. Tetapi Yunus belum bersedia menyebutkan identitasnya. ”Saya hanya ingin mendampingi yang sama-sama muda,” tegasnya.

Masalah kemiskinan menjadi perhatian utama dirinya. Perlu ada peningkatan kualitas indeks pembangunan manusia (IPM). Salah satu yang bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas pendidikan yang merata.

”Karena sekarang pemuda lebih banyak, maka yang perlu ditingkatkan edukasi untuk pemuda,” katanya. Untuk mencapai itu bisa dilakukan melalui jalan sektor politik. Selain itu, lapangan pekerjaan yang harus disediakan untuk kaum muda. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia