Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Berita Kota

Gubernur Minta Masyarakat Tetap Tenang

15 November 2019, 13: 49: 30 WIB | editor : Abdul Basri

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (HUMAS PEMPROV JATIM FOR RadarMadura.id)

Share this      

SURABAYA – Aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11) menyita perhatian publik. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan kemungkinan aksi teror serupa.

Khofifah juga mengajak masyarakat proaktif mengawasi lingkungan masing-masing. Sebab, keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan juga seluruh elemen masyarakat. ”Tidak perlu khawatir berlebihan. Tapi harus tetap waspada dan hati-hati serta berdoa. Sekiranya di lingkungan sekitar ada yang mencurigakan, lebih baik dilaporkan kepada aparat kepolisian. Jangan sampai acuh,” terangnya.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) itu juga berpesan agar tidak mengaitkan aksi terror ini dengan kegiatan agama. Sebab, terorisme sama sekali tidak terkait dengan ajaran agama mana pun. ”Saya yakin semua agama pada dasarnya mengajarkan tentang kebaikan, kasih sayang, dan kedamaian antara sesama umat manusia,” ucapnya.

Pihaknya meminta Polda Jatim dan polres jajaran melakukan mitigasi dan memperketat pengamanan objek vital dan area pelayanan publik. Sejak kejadian di Mapolrestabes Medan itu pengamanan memang diperketat di markas polisi.

Pengamanan di Mapolres Pamekasan kemarin lebih ketat. Setiap pengendara yang mau masuk harus melalui tahap pemeriksaan. Bagi yang mengenakan jaket harus dibuka. Tas pengendara juga diperiksa. ”Setelah kejadian bom bunuh diri di Medan, kita memang melakukan peningkatan terhadap pengamanan,” terang Kapolres Pamekasan Teguh Wibowo.

Dia berharap masyarakat ikut serta menjaga kondusivitas wilayah masing-masing. Jika ada gerak-gerik orang mencurigakan, segera melapor agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. ”Kami berharap agar wilayah Pamekasan ini tetap aman dan kondusif,” katanya.

Abd. Kholik, warga Kecamatan Larangan, kaget lantaran penjagaan di pintu masuk polres sangat ketat. Tidak seperti biasanya. ”Saat saya mengurus SKCK memang mendapatkan pemeriksaan ketat dari aparat kepolisian,” tukasnya. (bam)

(mr/sin/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia