Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Sapi Madura Mayoritas Sudah Kawin Silang

15 November 2019, 13: 46: 35 WIB | editor : Abdul Basri

PERLU DIKEMBANGKAN: Pedagang tawar-menawar sapi di Pasar Aeng Sareh, Sampang, kemarin.

PERLU DIKEMBANGKAN: Pedagang tawar-menawar sapi di Pasar Aeng Sareh, Sampang, kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Peminat sapi Madura di Sampang mulai terkikis. Mayoritas masyarakat memilih memelihara sapi hasil inseminasi buatan (IB) cross atau persilangan. Hal itu berdampak pada menurunkan populasi sapi Madura.

Plt Kepala Dinas Pertanian Suyono mengatakan, mayoritas peternak beralih pada sapi hasil kawin silang karena dinilai lebih menguntungkan. Beberapa tahun sebelumnya, pemerintah mengenalkan program IB cross untuk meningkatkan pendapatan peternak. Dengan begitu, kesejahteraannya meningkat.

”Otomatis kalau melihat harga jual, masyarakat banyak memilih beralih ke sapi hasil silang karena lebih menguntungkan,” katanya kemarin (14/11).

Saat ini daerah yang populasi sapi Madura masih tinggi tersebar di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Ketapang, Jrengik, Banyuates, dan Sokobanah. Untuk menjaga populasi, pihaknya menjalankan program pelestarian sapi Madura di empat titik tersebut.

Menurut Yono, peternak enggan mengembangkan sapi Madura karena bobotnya lebih rendah dibandingkan dengan sapi madrasin (Madura-limusin). Tahun ini, instansinya menjalankan program laserpunktur untuk meningkatkan berat badan sapi Madura. Program tersebut sudah direalisasikan di Kecamatan Banyuates.

Literatur menyebutkan, pertumbuhan bobot sapi Madura tidak pernah lebih satu kilo dalam satu hari. Dengan laserpunktur dan pakan sesuai standar, akhirnya bisa lebih dari satu kilogram. ”Uji coba dilakukan selama delapan minggu dan diamati tenaga ahli dari Universitas Airlangga,” ungkapnya.

Daerah pembibitan sapi Madura yang bagus di Kecamatan Jrengik. Namun, saat ini peternak yang mempertahankan sapi Madura tidak terlalu banyak. Di Kecamatan Ketapang juga masih banyak yang beternak sapi Madura. Pihaknya menyarankan agar tetap melestarikan sapi khas tersebut. Yakni, dengan memberikan layanan IB sapi Madura secara gratis.

Sementara pelestarian sapi Madura di Kecamatan Sokobanah dilakukan dengan pergelaran kesenian, yakni sape sono’. ”Dalam pameran tersebut pasti yang ditampilkan sapi Madura. Kalau sapi yang lain tidak mungkin dipamerkan,” ujarnya.

Tahun depan, pihaknya mempunyai sistem setengah melepas sapi. Terdapat 10 ekor sapi yang disiapkan. Rencananya di daerah tersebut akan dijadikan pembibitan sapi Madura. Di samping itu, lokasi tersebut akan disiapkan untuk agrowisata ternak.

”Jadi masyarakat bisa melihat perawatan, takaran pakan, dan yang lainnya. Juga akan dikembangkan jenis ternak yang lain. Dengan begitu, diharapkan kebutuhan protein hewani dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Lokasi tersebut cocok untuk pelestarian jenis ternak. Sebab cuacanya tidak terlalu panas. Lahan di sekitarnya akan ditanami rumput pakan hijau ternak sehingga memenuhi kebutuhan peternakan. Hal itu juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Wakil Ketua DPRD Sampang Amin Arif Tirtana menyampaikan, program pelestarian sapi Madura harus maksimal. Sebab, hal itu sangat berpengaruh terhadap populasi. Apalagi, antara sapi Madura dengan jenis lainnya tidak sama. ”Sapi Madura itu memiliki ciri khas yang tidak dimiliki sapi yang lain. Harus dijaga agar tidak punah,” harapnya. (bil)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia