Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Seleksi CPNS Dongkrak Pemohon SKCK

15 November 2019, 13: 29: 21 WIB | editor : Abdul Basri

ANTRE: Pemohon SKCK menunggu giliran dilayani petugas di Mapolres Bangkalan kemarin.

ANTRE: Pemohon SKCK menunggu giliran dilayani petugas di Mapolres Bangkalan kemarin. (ZAINURI//RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Pengumuman pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) membuat sibuk beberapa kantor pelayanan masyarakat. Salah satunya di tempat pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Pasalnya, sejak resmi dibuka Senin (11/11), jumlah pemohon surat keterangan itu meningkat drastis.

Peningkatan jumlah pemohon itu diungkapkan, Kasat Intel Mapolres Bangkalan Iptu Djunaedi kemarin (14/11). Pada hari pertama tes CPNS dibuka, pemohon yang datang 125 orang. ”Langsung naik tiga kali lipat,” katanya.

Padahal pada hari biasa hanya sekitar 25–30 orang setiap hari. Hari kedua, ketiga hingga hari keempat jumlah berangsur-angsur turun. Di hari kedua pemohon 100, hari ketiga 90, dan keempat Kamis (14/11) 70 pemohon. Selama empat hari polres sudah mencetak 385 SKCK. ”Jika mengaca pada pengalaman tahun lalu, biasanya ini berlangsung sampai satu minggu,” ungkapnya.

Nurul Qomariyah, 22, seorang pemohon SKCK di Polres Bangkalan sengaja membuat SKCK di hari keempat sejak pendaftaran CPNS dibuka. Sebab, jika buatnya di hari pertama, pasti antre lama. ”Sekarang tidak sampai 1 jam sudah selesai,” kata perempuan asal Kecamatan Kamal yang berencana melamar formasi tenaga pendidik itu.

Masyarakat harus waspada terhadap tindak penipuan berkedok akan meloloskan dalam rekrutmen CPNS. Pemerintah menegaskan seleksi tersebut bersih dari praktik jual beli. Pemerintah memberi peluang kepada masyarakat menunjukkan kemampuan masing-masing dalam mengikuti seleksi abdi negara tersebut.

Bupati Baddrut Tamam mengatakan, rekrutmen CPNS dipastikan bersih. Semua tahapan dilaksanakan secara transparan dan menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Jika ada warga yang berjanji meloloskan dalam tes CPNS, dipastikan penipuan.

Masyarakat diminta melaporkan kepada bupati jika menemukan tindakan merugikan dalam rekrutmen tersebut. Pemerintah akan menindaklanjuti laporan tersebut. Rekrutmen CPNS dipastikan bersih dari pungutan apa pun.

”Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memercayai orang yang menjadi makelar CPNS,” kata mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.

Kabid Data, Pengadaan, dan Pembinaan Aparatur BKPSDM Pamekasan Suharto mengatakan, masyarakat yang memenuhi syarat dipersilakan mendaftarkan. Pamekasan mendapat jatah 450 formasi. Terdiri atas 269 tenaga pendidik, 120 tenaga teknis, dan 61 tenaga kesehatan.

Pemerintah memberi kesempatan bagi masyarakat berprestasi dan kaum disabilitas. Komposisinya yakni, jalur umum sebanyak 439 orang. Kemudian, jalur cum laude 3 orang dan disabilitas 8 orang. ”Seleksi sekarang untuk umum. Tidak ada jalur khusus honorer,” katanya.

Batas maksimal usia pelamar CPNS 18–35 tahun. Khusus formasi dokter, dokter spesialis, dan dokter gigi maksimal 40 tahun. Ketentuan tersebut dari Kemen PAN-RB. (c1)

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia