Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Ikan Budi Daya Kerap Dicuri dan Diracun

14 November 2019, 10: 53: 34 WIB | editor : Abdul Basri

POTENSIAL: Anggota kelompok budi daya ikan saling membantu melepaskan bibit ikan ke keramba jaring apung di Desa Keramat kemarin.

POTENSIAL: Anggota kelompok budi daya ikan saling membantu melepaskan bibit ikan ke keramba jaring apung di Desa Keramat kemarin. (HELMI YAHYA/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Kelompok budi daya ikan di Desa Keramat resah sejak beberapa bulan terakhir ini. Pasalnya, banyak ikan mereka hilang akibat diduga dicuri oleh pemancing.

Tidak hanya itu, ikan-ikan milik kelompok budi daya dicurigai ditaburi racun potassium chloride. Akibatnya, ikan-ikan yang dibudidayakan di keramba jaring apung (KJA) tersebut mengambang di permukaan air.

Muhammad, salah seorang ketua kelompok budi daya mengaku melihat langsung pencurian ikan itu. Dia telah berulang-ulang mengadukan pencurian ikan tersebut ke Dinas Perikanan Bangkalan.

Muhammad berharap mendapat keamanan dalam menjalankan usaha budi daya ikan. Akan tetapi, sampai saat ini tidak ada respons dari dinas perikanan. ”Pelaku pencurian ikan ini seharusnya ditangkap,” katanya. ”Ikan di keramba sering hilang, padahal sudah bergantian jaga,” imbuh dia.

Dia menyebutkan, ada 18 kelompok budi daya ikan di Bangkalan. Di Desa Keramat ada dua kelompok. Yaitu kelompok Sukses Makmur dan Harapan Jaya. Mereka mendapatkan bantuan berupa keramba jaring apung (KJA) dari Balai Perikanan dan Budi Daya Air Payau (BPABP) Situbondo dan Dinas Perikanan Bangkalan.

Juga, ada uji coba 600 bibit kerapu tutul pada 2016 sampai 2018. Namun ikan kerapu tutul tidak cocok sehingga diganti dengan ikan kakap putih pada 2019. Ikan kakap putih berhasil dibudidayakan dan bisa dipanen setelah berusia lima bulan.

Di Bangkalan 1 kilogram ikan kakap putih dijual seharga Rp 30 ribu. Sedangkan di Situbondo dijual seharga Rp 40 ribu per kilogram. ”Harga Rp 30 ribu belum cukup untuk menghidupi kami,” udap Muhammad.

Kepala Dinas Perikanan Bangkalan Mohamad Zaini melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Budi Daya Ikan Abdullah Zaqi menyampaikan, pihaknya hanya melakukan pendampingan mengenai perawatan ikan budi daya. Mengenai hasil, pembudi daya yang mengatur sendiri. ”Kami hanya membantu,” ucapnya. (c5)

(mr/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia