Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Pemakaian Solar Lebihi Kuota Begini Tanggapan Pertamina

14 November 2019, 10: 42: 08 WIB | editor : Abdul Basri

KOSONG: Bahan bakar minyak jenis solar di SPBU Kangenan kosong, Selasa (12/11).

KOSONG: Bahan bakar minyak jenis solar di SPBU Kangenan kosong, Selasa (12/11). (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di Pamekasan. Kemarin (13/11) pemkab memanggil pihak PT Pertamina guna mengklarifikasi kesulitan masyarakat mendapatkan bahan bakar itu.

Pemanggilan Pertamina dilakukan karena kelangkaan solar bersubsidi meresahkan masyarakat beberapa hari terakhir. Bahkan, di sebagian SPBU sering terjadi antrean panjang. ”Kita panggil pihak Pertamina untuk berkoordinasi dan mengonfirmasi berkenaan dengan kelangkaan solar bersubsidi yang menjadi keresahan masyarakat,” ujar Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan Fathorrahman.

Menurut mantan sekretaris Disdik Pamekasan tersebut, Pertamina tidak memberikan penjelasan detail berkenaan dengan penyebab kelangkaan. Pertamina hanya mengaku siap membantu penambahan kuota yang telah habis hingga Desember. ”Karena masih akan dikomunikasikan dengan beberapa dearah yang ada di Jatim,” terangnya.

Sebelumnya pihaknya telah menginformasikan kondisi tersebut ke Himpunan Swasta Nasional (Hiswana) Minyak dan Gas (Migas) Madura. Dari koordinasi itu diketahui, kelangkaan BBM solar terjadi lantaran oper kuota. ”Ini kan BBM bersubsidi. BBM solar melebihi kuota yang dikeluarkan,” terangnya.

Kuota solar bersubsidi tahun ini turun dibandingkan dengan tahun lalu. Beberapa SPBU kosong karena masih ada pengendalian pendistribusian. ”Tahun 2018 lalu 15,4 juta kiloliter (kl) dan tahun 2019 sebanyak 14,4 juta kl secara nasional,” terangnya.

Pengurus DPC Hiswana Migas Madura Artha menjelaskan, kekosongan BBM solar di beberapa SPBU karena ada pengendalian distribusi. Sebab, stok di TBBM Pertamina Camplong menipis. Tapi, masih aman. ”Masih menunggu kedatangan tanker kiriman BBM. Sambil menunggu situasi normal, masih ada produk solar lainnya seperti dexlite dan pertamina dex di SPBU,” terangnya.

Unit Manager Communication & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji menjelaskan, Pertamina akan menyalurkan solar sesuai kebutuhan. Mulai hari ini (kemarin, Red) akan dikirim sekitar 80.000 liter per hari untuk Pamekasan. ”Semoga proses recovery bisa berjalan lancar,” harapnya.

Dia memastikan stok solar di Terminal BBM Pertamina Camplong aman. Secara kontinu akan terus disuplai melalui kapal. ”Masyarakat diharapkan tidak panik dan membeli sesuai kebutuhan,” terangnya.

Kuota solar 2019 untuk Pamekasan 27.500 kl. Penyaluran sampai awal November ini sudah mencapai 28.500 kl. Total kuota 2019 untuk Madura 98.600 kl dan hingga awal November terealisasi 109.000 kl. ”Jadi sudah melebihi kuota. Kita atur kuota dari daerah lain. Walaupun untuk total Jawa Timur juga sudah melebihi, namun persentase berbeda setiap kabupaten/kota,” terangnya.

Operator SPBU Kangenan Syaiful membenarkan ketersediaan BBM solar langka. Pengiriman ke SPBU tidak normal. Sebab, pengiriman dari depo Camplong sistem bergilir dengan SPBU lain. ”Misalkan sekarang kita dikirim solar, baru beberapa hari dikirim lagi,” ujarnya.

(mr/sin/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia