Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Fattah Jasin Daftar Cabup Lewat PKB

Siap Tinggalkan Jabatan Kadishub Jatim

14 November 2019, 10: 36: 20 WIB | editor : Abdul Basri

OPTIMISTIS: Ketua DPC PKB Sumenep Imam Hasyim menyerahkan formulir pendaftaran kepada Fattah Jasin (jas hitam) di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Sumenep, kemarin.

OPTIMISTIS: Ketua DPC PKB Sumenep Imam Hasyim menyerahkan formulir pendaftaran kepada Fattah Jasin (jas hitam) di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Sumenep, kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pemilihan kepala daerah (pilkada) Sumenep 2020 semakin dekat. Banyak sosok yang mulai bermunculan untuk mencalonkan diri. Terbaru, Kepala Dishub Jawa Timur Fattah Jasin mengambil formulir calon bupati (cabup) di PKB.

Pria berkumis itu datang ke kantor DPC PKB di Jalan Imam Bonjol, Sumenep, kemarin (13/11). Fattah mengaku maju di pesta demokrasi tingkat kabupaten tersebut merupakan keinginan masyarakat dan berbagai tokoh. ”Sebenarnya saya tidak punya keinginan atau niat untuk maju di Pilkada 2020,” ucapnya.

Dia sengaja menjadikan PKB sebagai kendaraan politik karena partai berlambang bumi tersebut banyak dihuni kiai. PKB dinilai sesuai dengan filosofi Madura buppa’, babu’. Guru, rato. ”PKB partai yang dekat dengan ulama,” kata pria kelahiran Sumenep itu.

Menurut dia, tren PKB semakin menanjak. Pada pemilu 17 April lalu, PKB meraih 10 kursi parlemen. Meski demikian, pihaknya terbuka dengan partai lain.

Fattah optimistis bisa membenahi kekurangan segala sektor yang terjadi di Sumenep. Terlebih memiliki pengalaman di bidang pembangunan provinsi. ”Kira-kira tidak akan sulit untuk menggambarkan apa yang menjadi keinginan masyarakat,” tegasnya.

Dia yakin maju sebagai bakal calon bupati. Namun, dia belum menerima pinangan dari siapa pun tentang wakil yang akan mendampingi. Fattah menyerahkan penuh kepada partai yang akan mengusung.

Jika sudah ditetapkan sebagai calon, Fattah akan meninggalkan jabatannya sebagai kepala Dishub Jatim. Keputusan itu semata-mata demi mengabdikan diri kepada masyarakat Sumenep. ”Jika nanti 8 Juli ditetapkan oleh KPU, saya tidak boleh lagi ada di briokrasi. Kalau harus mundur, saya akan mundur. Kalau harus cuti, saya akan cuti,”  tegasnya.

Ketua DPC PKB Sumenep Imam Hasyim menerangkan, pendaftaran dibuka hingga besok (15/11). Informasiya masih ada yang akan ambil formulir. Sejauh ini, ada tujuh orang yang ingin mempersunting PKB sebagai kendaraan politik pada Pilkada 2020. Lima mendaftar sebagai bacabup dan 2 lainnya bacawabup.

Lima orang yang maju sebagai bacabup itu Muh. Unais Ali Hisyam, Mohammad Shalahuddin A. Warits, Abd. Hamid Ali Munir, Fattah Jasin, dan Imam Hasyim. Sementara Achmad Yunus dan Achmad Zainal ingin maju sebagai bacawabup. ”Yang mengembalikan formulir Kiai Unais, Fattah Jasin, dan saya,” tuturnya.

Semua calon yang melamar akan menjalani fit and proper test DPP. Sosok yang akan mendapatkan rekomendasi juga merupakan kewenangan DPP. ”DPP mau turun langsung untuk menentukan siapa yang layak,” katanya.

Dia belum memastikan apakah PKB akan berkoalisi dengan partai yang lain atau tidak. Mengingat yang mendaftar dari berbagai kalangan dan lintas parpol. ”Ada Kiai Mamak (Mohammad Shalahuddin A. Warits) dari PPP yang mendaftar,” tukasnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia