Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Final, Pemilihan Anggota BPD 15 November

12 November 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SERIUS: Bupati Abdul Latif Amin Imron memimpin rapat pemilihan anggota BPD di ruang meeting Pendapa Agung Bangkalan kemarin siang.

SERIUS: Bupati Abdul Latif Amin Imron memimpin rapat pemilihan anggota BPD di ruang meeting Pendapa Agung Bangkalan kemarin siang. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron memimpin langsung rapat koordinasi penetapan waktu pemilihan anggota badan permusyawaratan desa (BPD) serentak kemarin (11/11). Koordinasi yang melibatkan semua pihak itu digelar di ruang meeting Pendapa Agung Bangkalan.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Wabup Bangkalan Mohni dan Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra bersama Kapolsek dari masing-masing kecamatan. Koordinasi juga dihadiri Dandim 0829/Bangkalan Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo bersama jajaran koramil, AKD, dan undangan.

Bupati menyampaikan, atas kesepakatan bersama, pemilihan anggota BPD akan dilaksanakan pada 15 November. Awalnya diusulkan 13 November, tapi diundur karena ada rapat koordinasi nasional (rakornas) dengan presiden. ”Kami tunda pada 15 November dan sudah menjadi kesepakatan bersama,” tegasnya.

Orang nomor satu di Pemkab Bangkalan itu menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada AKD serta camat sehingga masyarakat dan tokoh di masing-masing desa mengetahui waktu pelaksanaan pemilihan anggota BPD. ”Harapan kami, pemilihan anggota BPD berjalan lancar dan kondusif,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Ra Latif itu menjelaskan, semua Kapolsek dan Danramil sudah menyampaikan desa yang dinilai rawan dan sangat rawan. Desa yang dikategorikan rawan sudah kondusif. ”Semoga kondusif terus,” pungkasnya.

Kepolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, awalnya pemilihan anggota BPD ditetapkan 9 Oktober. Tapi karena ada pelantikan presiden dan wakil presiden, diundur ke 15 November.

”Dari polres ada 400 personel yang dilibatkan. Dua pertiga kekuatan itu ter-plotting ke desa aman, rawan satu, dan rawan dua,” ujarnya. ”Kami siap memberikan pengamanan pemilihan anggota BPD,” janjinya.

Kabid Pemerintahan Desa DPMD Bangkalan Amir Lutfi mengatakan, dari hasil rapat bersama masih akan dikaji kembali oleh intelijen. Utamanya desa yang dikategorikan rawan dan sangat rawan. Nantinya, daerah yang dikategorikan aman akan ditelaah kembali. ”20 plus 3 masih dalam koridor pemantauan,” katanya.

Lutfi menambahkan, penetapan waktu pelaksanaan pemilihan anggota BPD merupakan hasil koordinasi seminggu sebelumnya. Pihaknya berharap, pemilihan anggota BPD berlangsung aman, lancar, dan tidak ada masalah.

”Kami peduli Bangkalan. Ketika ada permasalahan, harap diredam. Permasalahan akan menghambat roda pemerintahan,” tutupnya. 

(mr/rul/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia