Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Curi Sapi karena Dendam

Polres Tangkap Dua Pelaku Curwan

12 November 2019, 02: 40: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERKUTIK: Dua pencuri sapi, Abdul Azis dan Sholehudin diinterograsi oleh Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro kemarin.

TAK BERKUTIK: Dua pencuri sapi, Abdul Azis dan Sholehudin diinterograsi oleh Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang berhasil menangkap dua pelaku pencuri hewan.Mereka adalah Abdul Azis, 37, Desa/Kecamatan Omben dan Sholehoddin, 37, warga Gersempal, Kecamatan Omben.

Kemarin (11/11) Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro menunjukkan dua tersangka pencurian hewan (curwan) itu ke publik. Disampaikan, pencurian sapi tersebut terjadi pada 2014 lalu.

Korbannya diketahui bernama Mutik, warga Desa Gersempal, Kecamatan Omben. Aksi pencurian dua ekor sapi itu bermula dari telepon Abdul Azis pada Sholehoddin yang disuruh datang ke rumahnya. Kemudian, mereka berdua merencanakan pencurian sapi.

            Selanjutnya, mereka berjalan kaki menuju rumah Mutik yang jaraknya lebih kurang 4 kilometer dari rumah tersangka Abdul Azis. Berdasarkan keterangan Abdul Azis, aksi pencurian itu karena didasari dendam.

            Sebab, sebelumnya dia pernah diolok-olok oleh Mutik di depan umum. ”Benar, pelaku sudah mengakui dan memang sengaja mencuri sapi milik korban karena dendam,” ungkap Didit Bambang Wibowo Saputro.

            Sesampainya di kandang sapi limosin milik Mutik, Abdul Azis berperan sebagai perusak kunci pintu kandang. Sementara itu, Sholehoddin berperan sebagai pemotong tali tampar sapi.

”Sapi kemudian dituntun menuju ke arah timur oleh Abdul Azis setelah berhasil dikeluarkan dari kandangnya,” terang perwira polisi dengan tanda pangkat dua melati emas di pundaknya itu.

            Penangkapan keduanya merupakan hasil pengembangan dari pelaku pencurian sapi yang berhasil ditangkap sebelumnya. Saat itu, sapi hasil curiannya laku Rp 8 juta. ”Sapi dibeli oleh Sutik. Kebetulan kedunya punya utang kepada Sutik masing-masing dua jutaan,” bebernya.

            Dengan begitu, sisa dari hasil penjualan sapi setelah dipotong utang tersisa Rp 4 juta. ”Jadi, uang hasil curian yang dinikmati oleh kedua pelaku empat juta dibagi dua,” terang Kapolres.

            Akibat perbuatannya, mereka dijerat pasal 363 ayat 1 ke 3e, 4e, dan 5e KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama tujuh tahun. ”Kami akan terus kembangkan pelaku pencurian hewan di Kabupaten Sampang ini,” janjinya. 

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia