Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Pesimistis Tuntaskan Tujuh Raperda

Dewan Prioritaskan Pembahasan APBD

12 November 2019, 03: 10: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Pesimistis Tuntaskan Tujuh Raperda

Share this      

SUMENEP – Capaian pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) rendah. Dari 18 raperda yang masuk ke legislatif, tujuh di antaranya sampai saat ini belum tuntas. Tak pelak, kinerja anggota DPRD Sumenep mendapat penilaian negatif dari publik.

Salah satunya disampaikan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Madura (YLBHM) Kurniadi. Dia menilai kinerja wakil rakyat dalam pembahasan raperda lemah. Mestinya, semua raperda yang masuk agenda legislasi diselesaikan. Sebab, pembahasannya sudah terjadwal.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meminta dewan tidak main-main terhadap tugas dan fungsinya. Meski waktu sudah mepet, pembahasan raperda harus dilakukan secara prosedural. Agar produk hukum yang dihasilkan sesuai dengan harapan masyarakat Kota Keris.

 ”Raperda itu dibahas dengan melibatkan banyak pihak agar aturan yang dihasilkan mencerminkan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi tidak menampik pihaknya masih memiliki tujuh tunggakan raperda. Politikus partai Demokrat itu menyatakan, pembahasan raperda tidak kunjung dimulai lantaran badan pembentukan peraturan daerah (bapemperda) DPRD sampai saat ini belum terbentuk.

Mantan sekretaris Komisi III DPRD Sumenep itu menyatakan pembentukan bapemperda baru dijadwalkan oleh badan musyarawah (bamus) DPRD Sabtu (23/11) mendatang. Dia pesimistis pembahasan tujuh raperda tersebut bisa tuntas dalam kurun waktu satu bulan setengah.

”Tujuh raperda itu sudah pasti tidak akan selesai,” akunya.

Itu mengutarakan, jika tidak selesai tahun ini, tujuh raperda tersebut dapat dibahas di 2020 nanti. Politikus asal Kecamatan Ambunten tersebut mengatakan, saat ini yang menjadi prioritas wakil rakyat pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sebab, harus tuntas akhir November ini. ”Prioritas kami yaitu masalah APBD,” tukasnya. (jup)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia