Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Features

Farah Diya Yasmine Pertahankan Gelar Juara Debat Konstitusi

Berusaha yang Terbaik untuk Hasil Terbaik

11 November 2019, 11: 48: 48 WIB | editor : Abdul Basri

MENGINSPIRASI: Farah Diya Yasmine mempertahankan gelar juara debat konstitusi tingkat nasional di Gedung Baruga Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sabtu (26/10).

MENGINSPIRASI: Farah Diya Yasmine mempertahankan gelar juara debat konstitusi tingkat nasional di Gedung Baruga Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sabtu (26/10). (FARAH DIYA YASMINE FOR RadarMadura.id)

Share this      

Dulu pahlawan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Kini, generasi muda berjuang mengisi kemerdekaan. Salah satunya dengan belajar bersungguh-sungguh hingga menggapai prestasi. Bersama timnya, Farah telah membuktikannya.

SENYUM ramah menghiasi wajahnya kala menyambut kedatangan RadarMadura.id Senin siang (4/11). Perempuan itu bernama Farah Diya Yasmine. Mahasiswi Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) semester lima. Dia sudah menunggu di tempat yang ditentukan. Di area taman kampus UTM.

Siang itu, panas di penghujung kemarau tidak begitu menyengat. Siang itu awan cumulonimbus berarak menghiasi cakrawala langit Kecamatan Kamal. Sepanjang Jalan Raya Telang masih menyisakan genangan air hujan. Aroma aspal basah begitu khas menyerbak hidung.

Dia tampak anggun mengenakan setelan dress code hitam dan jilbab merah. Sesekali senyumnya menghiasi pertemuan kami di bawah pohon penghias taman yang rimbun. Farah bercerita perihal sepak terjangnya di dunia kampus hingga meraih prestasi membanggakan itu.

Farah mengawali prestasinya di kampus dengan menjuarai Debat Hukum FH UTM 2017. Di tahun yang sama merajai lomba bertajuk Internal Moot Court Competition Fakultas Hukum UTM 2017. ”Itu awal sebelum ikut kompetisi tingkat nasional,” kata gadis yang punya hobi membaca, diskusi, dan menulis itu diiringi senyum.

Tak berhenti di situ. Prestasi demi prestasi dia ukir. Memasuki tahun 2018, Farah kembali menunjukkan kualitasnya di dunia pendidikan ilmu hukum. Tak tanggung-tanggung, prestasi yang dia raih berskala nasional. Saat itu dia meraih gelar juara pertama lomba debat konstitusi yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Perempuan kelahiran Kota Bangkalan, 2 Juli 1998 itu tak berpuas diri sampai di situ. Tahun berikutnya dia kembali mengikuti kompetisi yang sama. Bersama timnya, lagi-lagi berhasil menjadi yang terbaik di ajang kejuaraan bergengsi itu.

”Alhamdulillah, tahun ini bisa mempertahankan gelar. Prestasi ini tentunya tidak lepas dari semangat dan dukungan semua pihak. Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat, khususnya untuk masyarakat UTM,” ucapnya penuh haru.

Anggota Forum Mahasiswa Bangkalan (Formaba) itu mengaku tak mudah mencapai puncak prestasi. Perjuangan untuk meraihnya butuh pengorbanan dan semangat tinggi. Belajar dan belajar serta berusaha sebaik-baiknya untuk menjadi yang terbaik dan mendapatkan hasil yang terbaik.

”Alhamdulillah, pada akhirnya mimpi yang diusahakan terwujud. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya,” ucap Farah dengan mata berkaca-kaca.

Berkat ketekunan dan semangat belajar itulah dia berhasil mengoleksi penghargaan. Selain jago debat, dia juga berhasil menjadi juara pertama National Essay GEMPITA 2019 dan Young Research GEMPITA 2019. Selain itu, kerja kerasnya membuatnya menerima beasiswa PPA 2018 dan beasiswa Bank Indonesia 2019. (c1)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia