Senin, 16 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Mantan Kades Jadi Tersangka

Diduga Memalsukan Surat Tanah

10 November 2019, 14: 30: 14 WIB | editor : Abdul Basri

DIINTEROGASI: Mantan Kades Alang-Alang Achmad Fauzi diinterogasi oleh penyidik di ruang Pidum Polres Bangkalan, Kamis (7/11).

DIINTEROGASI: Mantan Kades Alang-Alang Achmad Fauzi diinterogasi oleh penyidik di ruang Pidum Polres Bangkalan, Kamis (7/11). (HERLY FOR RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Penyidik Polres Bangkalan menetapkan Achmad Fauzi sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan, pria 41 tahun itu dicecar 40 pertanyaan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, mantan Kades Alang-Alang itu langsung ditahan di sel tahanan Mapolres Bangkalan.

Fauzi ditatapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat tanah dengan laporan polisi bernomor: LP /226/XII/2018/JATIM/RES Bkln tertanggal 16 Desember 2018. Pelapornya adalah Miftachur Rahman, warga Sukodono 2/35, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya.

Kepada RadarMadura.id, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP David Manurung menyatakan, tersangka diduga memalsukan surat keterangan ahli waris dan surat keterangan kematian. Dengan begitu, terbit sertifikat di lahan milik orang tua pelapor. ”Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar,” katanya kemarin (9/11).

Dijelaskan, pada 2016, Miftachur Rahman mengajukan pembuatan sertifikat tanah milik orang tuanya yang terletak di Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah, dengan satu buah koher atas nama Sakur. Yakni, lahan nomor 699 dan nomor persil 00052 dengan luas 9.370 meter persegi melalui notaris Irwan.

Pada saat pembuatan sertifikat, pelapor mendapat informasi mengejutkan dari Badan Pertanahan Negara (BPN) Bangkalan. Tanah yang diajukan telah terbit sertifikat hak milik (SHM) bernomor 00150 atas nama Sayedi dan telah beralih hak atas nama Stevanus Andre. Padahal, sebelumnya, ahli waris tidak pernah menjual tanah tersebut.

David menyatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman. Jika ada temuan yang mengarah kepada pelaku lain, pihaknya akan melakukan tindakan. ”Untuk sementara belum bisa memastikan karena masih melakukan pendalaman,” tegasnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra.

Pihaknya sudah memeriksa 30 orang saksi. Penangkapan terhadap tersangka merupakan target di dalam pemberantasan satuan tugas (satgas) mafia tanah. ”Satgas mafia tanah ini dari polda yang kepanjangannya dari polres-polres. Salah satunya Polres Bangkalan yang diberi target,” ungkapnya.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Fauzi dipanggil sebagai terlapor. Tiga kali dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai terlapor. Kemudian statusnya dinaikkan sebagai tersangka serta dilakukan penahanan. ”Yang dipanggil Kamis (7/11) pukul 10.00. Lalu, dinaikkan sebagai tersangka karena sudah ada dua alat bukti yang cukup,” tandasnya.

(mr/rul/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia