Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Rp 6,1 M untuk Pembebasan Lahan

10 November 2019, 14: 27: 15 WIB | editor : Abdul Basri

TAMPAK DEPAN: Warga berada di sekitar pintu masuk kampus Poltera Sampang kemarin.

TAMPAK DEPAN: Warga berada di sekitar pintu masuk kampus Poltera Sampang kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mengalokasikan dana cukup besar untuk kampus Politeknik Negeri Madura (Poltera). Sebagaimana tertera di Sirup LKPP, pemkab menyiapkan dana Rp 6,1 miliar untuk pembebasan lahan kampus tersebut. Anggaran ini melekat di Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang.

Humas Poltera Taufik Hidayat mengatakan, pembebasan lahan tersebut memang menjadi kewajiban pemkab. Sebelum kampus itu dibangun, memang ada komitmen antara pemkab dengan Kemenristekdikti terkait pembebasan lahan. Sebagian lahan yang dijanjikan itu sudah diterima oleh manajemen kampus.

Pria asal Sumenep itu mengatakan, sesuai komitmen awal, lahan yang disanggupi Pemkab Sampang seluas sepuluh hektare. Saat ini lahan yang ditempati sekitar lima hektare. Sisanya akan dilakukan pembebasan pada tahun ini. ”Itu merupakan komitmen dari Pemkab Sampang,” kata Taufik kemarin (9/11).

Dengan adanya tambahan lahan itu, Poltera bisa meningkatkan pembangunan. Dalam dua tahun ke depan diharapkan sudah ada gedung baru yang dibangun di tempat tersebut. Ke depan, kampus negeri satu-satunya di Sampang ini juga berencana menambah program studi. ”Untuk menambah program studi itu pasti,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pj Sekkab Sampang Yuliadi Setiawan membenarkan terkait rencana pembebasan lahan itu. Menurut dia, sudah menjadi kewajiban bagi pemkab untuk menyiapkan lahan untuk pembangunan kampus negeri. Hal itu juga merupakan bagian komitmen pemkab dengan Kemenristekdikti beberapa tahun yang lalu.

Dengan adanya komitmen ini, pihaknya juga berharap agar Poltera bisa terus berkontribusi untuk pembangunan di Madura, khususnya Sampang. Akan lebih baik manakala jurusan-jurasan vokasi yang disediakan di kampus tersebut memang yang betul-betul dibutuhkan. Dengan begitu, ketika mereka lulus, bisa langsung berkontribusi, bekerja, dan terlibat dalam percepatan pembangunan Kota Bahari.

Dia juga berharap agar dalam rekrutmen mahasiswa baru, warga Sampang mendapat prioritas lebih. Setidaknya karena kampus tersebut berdiri di wilayah Sampang. ”Kalau bisa lulusan-lulusan dari sekolah di Sampang diprioritaskan,” harapnya.

(mr/mam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia