Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Buku RTH Gladak Anyar Dibakar

DPK Alihkan ke Rumah Baca

10 November 2019, 01: 58: 33 WIB | editor : Abdul Basri

BUTUH BACAAN: Pengunjung membaca buku yang dibawa ke RTH Gladak Anyar di Kecamatan Kota kemarin.

BUTUH BACAAN: Pengunjung membaca buku yang dibawa ke RTH Gladak Anyar di Kecamatan Kota kemarin. (ONGKY ARISTA UA./RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Minat baca masyarakat perlu ditingkatkan. Berbagai cara dilakukan pemerintah dan pegiat literasi. Namun, tidak semua upaya itu berjalan sesuai harapan. Bahkan, penempatan buku di tempat umum malah dibakar.

Kasus perusakan dan pembakaran buku itu terjadi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gladak Anyar. Awal Agustus 2019 ada satu dua buku di salah satu gazebo. Buku tersebut tidak dalam kondisi baik. Sampulnya sobek dan seperti digeletakkan tanpa ditata.

Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pamekasan Kusairi menyampaikan, pihaknya sudah menyediakan buku untuk dibaca di tempat itu. Namun, buku tersebut sekarang telah dicabut. ”Lalu dialihkan ke rumah baca yang dikelola masyarakat,” ungkapnya kemarin (9/11).

Terkait alasan penarikan itu, Kusairi mengatakan karena buku-buku di RTH tersebut sering dirusak oleh orang tak bertanggung jawab. ”Dengan sengaja merusak buku, bukan karena dibaca, melainkan karena disobek lalu dibakar,” terang pria berkacamata itu.

Pengelola RTH Gladak Anyar Moh. Kasim tidak ada di kediaman saat JPRM akan meminta keterangan. Saat dihubungi melalui telepon, dia juga tidak mengangkat.

Taman di Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, diharapkan tidak hanya menjadi tempat nongkrong dan bersantai. Pengunjung meminta pengelola menyediakan buku bacaan. ”Kendati kebanyakan kita tidak suka membaca, setidaknya disediakan bagi yang ingin membaca karena tidak menutup kemungkinan akan ada yang membacanya,” kata Moh. Amin, pengunjung asal Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan.

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura itu menyampaikan, buku bisa jadi teman bersantai di RTH tersebut. Dengan adanya buku, taman itu akan terkesan lebih edukatif. ”Seandainya ada buku bisa dibaca oleh pengunjung meski tidak begitu lama dan nuansanya akan berbeda dengan taman lain yang hanya taman biasa,” imbuh pengunjung lain, Abd. Rasyid. (c2)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia