Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Terdakwa Kembalikan Kerugian Negara Rp 134 Juta

09 November 2019, 17: 41: 46 WIB | editor : Abdul Basri

Edi Sutomo  Kasipidsus Kejari Sampang.

Edi Sutomo Kasipidsus Kejari Sampang. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang terus berjalan. Terdakwa menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Surabaya. Kerugian negara Rp 134 juta juga telah dikembalikan.

Hal itu disampaikan Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo kemarin (8/11). Uang kerugian negara yang dikembalikan oleh para terdakwa dititip ke rekening khusus milik Kejari Sampang.

Kemudian, setelah perkaranya inkrah, akan dikembalikan ke kas negara. Menurut Edi, pengembalian kerugian negara juga dapat meringankan terdakwa. ”Tapi tidak lantas menghapus pidananya,” tegasnya.

Setiap penanganan perkara korupsi, pihaknya berupaya supaya terdakwa mengembalikan uang kerugian negara. ”Penanganan perkara ini tujuannya kan memang menyelamatkan uang negara,” ujarnya.

Edi berharap seluruh kerugian negara yang dikorupsi oleh pejabat nakal bisa diselamatkan dan kembali ke kas negara. ”Tinggal enam tersangka yang jalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya," terangnya.

Menanggapi itu, Bupati Sampang Slamet Junaidi menegaskan bahwa sejak awal pihaknya selalu berpesan supaya tidak main-main dalam menggunakan uang negara. Siapa pun yang terlibat kasus korupsi harus diproses secara hukum.

”Jangan korupsi, jangan korupsi. Laksanakan sesuai aturan, bekerja dengan, hati dan niatkan ibadah,” imbaunya.

Untuk diketahui, Abd. Azis selaku pemilik CV Amor Palapa divonis 1 tahun dan denda Rp 50 juta subsider kurungan penjara 1 bulan oleh majelis hakim. Sementara empat terdakwa lainnya yang berstatus konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana akan menjalani sidang tuntutan pada Selasa depan (12/11).

Proyek pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang diperoleh Mastur dengan menggunakan CV Amor Palapa milik Abd. Azis. Kemudian, proyek senilai Rp 134 juta itu dijual lagi oleh Mastur kepada Nuriman.

Sayangnya, proyek yang dananya bersumber dari APBD 2017 itu tidak dikerjakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Dananya diduga dikorupsi dan dipangkas oleh Mastur. Kasus proyek RKB SMPN 2 Ketapang ambruk diungkap Polres Sampang dan menyeret tujuh orang. Termasuk M. Jupri Riyadi yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Ach. Rojiun selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) proyek tersebut.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia