Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pasca Kericuhan Pilkades di Juruan Laok, Kecamatan Batuputih

Pengadaan Logistik Bisa Gunakan APBDes

09 November 2019, 17: 33: 30 WIB | editor : Abdul Basri

Pasca Kericuhan Pilkades di Juruan Laok, Kecamatan Batuputih

Share this      

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, akan digelar kembali pada Kamis (14/11). Panitia hanya punya waktu enam hari untuk menyiapkan logistik dan kebutuhan lainnya.

PELAKSANAAN pilkades di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, terpaksa ditunda. Itu setelah massa merusak tempat pemungutan suara (TPS), logistik, dan fasilitas lainnya, Kamis (7/11). Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memutuskan untuk melanjutkan tahapan pemungutan suara di desa tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Moh. Ramli menyampaikan, kelanjutan Pilkades Juruan Laok akan kembali digelar Kamis (14/11). Jadwal tersebut bersamaan dengan pemungutan suara pilkades untuk wilayah kepulauan.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk meminta tambahan pasukan pengamanan. Tujuannya, memastikan pemungutan suara tidak lagi diwarnai kericuhan.

Hanya, pihaknya belum memastikan konsep pelaksanaan akan tetap digelar di satu TPS atau dibagi per dusun. Sesuai saran dari Kapolres Sumenep AKBP Muslimin agar memecah konsentrasi massa dengan TPS dibagi per dusun.

Ramli memasrahkan saran konsep tersebut kepada panitia pemilihan kepala desa (P2KD) setempat berdasarkan kesepakatan para calon kepala desa (cakades). Termasuk dikoordinasikan dengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Batuputih.

”Khusus pengamanan, kami koordinasi dengan satuan pengamanan agar diperkuat. Pilkades tetap lanjut,” tegas Ramli kemarin (8/11).

Pihaknya meyakini penyediaan logistik pemilihan bisa dilakukan dengan cepat. Seperti surat undangan, surat suara, bilik, dan kotak suara. Mengenai anggaran pelaksanaan, dia menyarankan agar P2KD bisa memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) atau dana cadangan di desa. Sebab, bantuan keuangan dari Pemkab Sumenep sebelumnya sudah tersalurkan untuk pilkades di masing-masing penyelenggara.

”Untuk memberi bantuan keuangan lagi tidak bisa serta-merta. Kecuali dalam keadaan darurat bisa menggunakan anggaran tak terduga,” jelas Ramli.

Secara umum, lanjut Ramli, pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 untuk wilayah daratan berjalan lancar. Menurutnya, pelaksanaan pemungutan suara di 169 desa di 18 kecamatan wilayah daratan dan 4 desa wilayah kepulauan, tepatnya di Kecamatan Talango berlangsung sesuai harapan. Terkecuali di Desa Juruan Laok.

Saat ini pihaknya juga fokus pada pelaksanaan pilkades serentak di 52 desa wilayah kepulauan 14 November mendatang. ”Semoga untuk wilayah kepulauan, pilkades nanti bisa lebih kondusif dan berjalan sukses,” harap Ramli.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi menyayangkan adanya kerusuhan dalam Pilkades Juruan Laok. Menurutnya, perlu ada evaluasi mulai dari teknis pelaksanaan hingga pengamanan pilkades serentak tahun ini.

Indra mengatakan, Pilkades Juruan Laok sampai saat ini masih berpolemik. Sebab, salah satu bacakades yang tidak lolos dalam pencalonan masih melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Surabaya.

”Tapi mau ditunda juga tidak bisa. Sebab, ini pilkades serentak. Memang dilematis Pilkades Juruan Laok ini,” ungkap Politikus Demokrat itu.

Mendekati pemungutan suara pilkades wilayah kepulauan, Indra meminta satuan petugas keamanan lebih antisipatif. Khususnya pihak kepolisian harus bisa mengantisipasi adanya kemungkinan gejolak yang dapat memicu konflik.

”Perketat penjagaan dan pengamanan. Jangan sampai kejadian yang tidak diinginkan seperti sebelumnya terulang lagi,” pintanya.

Perlu diketahui, pemungutan suara Pilkades Juruan Laok ditunda akibat sekelompok massa mengubrak-abrik TPS setempat pada Kamis (7/11) sekitar pukul 09.30. Diduga, massa tersebut merupakan pendukung salah satu bakal cakades yang tidak lolos dalam tahap pencalonan. Karena tidak kondusif, personel keamanan dari unsur TNI-Polri, satpol PP, dan linmas ditambah untuk mengamankan lokasi.

Alasan keamanan, petugas pun meminta warga untuk meninggalkan TPS. Untuk menghindari kemungkinan adanya bentrok. Cakades langsung dibawa petugas untuk diamankan. Termasuk mengamankan ketua P2KD Juruan Laok ke Mapolres Sumenep termasuk barang bukti fasilitas yang dirusak massa.

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia