Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Polres Amankan Dua Pelaku Perusakan TPS

09 November 2019, 17: 28: 52 WIB | editor : Abdul Basri

TAK KONDUSIF: Petugas bersama warga mengumpulkan logistik pilkades yang dirusak massa di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Kamis (7/11).

TAK KONDUSIF: Petugas bersama warga mengumpulkan logistik pilkades yang dirusak massa di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Kamis (7/11). (RadarMadura.id)

Share this      

PERUSAKAN tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, tengah diselidiki Polres Sumenep. Dua orang yang diduga pelaku diamankan. Namun, hingga kemarin (8/11) penyidik belum menetapkan tersangka.

Kapolres Sumenep AKBP Muslimin menyampaikan, semua hal yang berkaitan dengan kerusuhan Pilkades Juruan Laok sedang dalam pengembangan. Ada dua orang yang diamankan. Identitasnya dirahasiakan karena masih tahap pendalaman.

Muslimin menegaskan akan menindak siapa pun yang terbukti melanggar hukum. Harapannya, kejadian serupa tidak terjadi di desa lain. ”Tentu kita akan melakukan tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Kemarin, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Juruan Laok Hartono mendatangi Polres Sumenep. Dia melaporkan kejadian yang dialaminya saat kerusuhan terjadi.

Hartono juga mengoordinasikan atas ancaman dan perlakuan yang diterima saat pilkades ricuh. Dia mendapat perlakuan kasar dari massa.Akibatnya, baju yang dikenakan robek, dua unit handphone hilang, dan topi hilang.

Sejumlah massa yang melakukan perusakan merupakan pendukung dari bakal calon kepada desa (bacakades) yang tidak lolos di tahapan pilkades. ”Saya bahasakan ini dirampok karena posisi dua tangan dipegangi, kemudian dua HP dan topi saya diambil mereka,” bebernya.

Diakui Hartoni, sejak menjabat ketua P2KD sudah berkali-kali dia beserta keluaga diancam oleh orang tidak dikenal. Dapur dan kandang sapi mau dibakar. Ada pula seseorang yang melempar bensin kepada ibunya.

”Semua kejadian itu juga sudah dilaporkan ke polisi, namun perkembangan juga belum diketahui,” ujarnya.

Perlu diketahui, pilkades di Desa Juruan Laok diikuti oleh lima cakades. Yakni Matwi, Ashbari, Marwi, Ach. Shanhaji, dan Masroyu. Mulanya, pelaksanaan pilkades berlangsung kondusif. Namun, sekitar pukul 09.30 Kamis (7/11) sekelompok massa mendatangi TPS dan meminta pelaksanaan pilkades dihentikan.

Pada tahap pencalonan ada 8 bacakades yang mendaftar. Namun, hanya 5 bacakades yang ditetapkan sebagai cakades. Tiga bacakades lainnya tidak memenuhi persyaratan dan ada juga yang tidak lolos karena memiliki nilai terendah pada saat pe-ranking-an berdasarkan skoring dan nilai uji kepemimpinan. (c3)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia