Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Pembelian Tembakau Tiga Pabrikan di Bawah Target

DPRD Desak Pemerintah Evaluasi

09 November 2019, 17: 22: 14 WIB | editor : Abdul Basri

KERJA KERAS: Kuli memanggul tembakau di gudang pribadi milik M. Suli Faris, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, beberapa waktu lalu.

KERJA KERAS: Kuli memanggul tembakau di gudang pribadi milik M. Suli Faris, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, beberapa waktu lalu. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN –  Pembelian tembakau tuntas. Secara keseluruhan serapan daun emas itu melampaui target. Tetapi, hasil tersebut belum memuaskan. Sebab, ada tiga pabrikan yang serapannya di bawah target.

Yakni, PT Djarum, PT Bentoel Prima, dan PT Wismilak. Tiga pabrikan ini menargetkan membeli 11.000.000 kilogram tembakau tahun ini. Namun, serapannya hanya 6.944.490.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, target serapan pabrikan itu seharusnya tercapai. Sebab, pabrikan tidak hanya membeli tembakau di Bumi Gerbang Salam. Tapi, juga di kabupaten lain di Madura.

Pemerintah harus meminta klarifikasi pada pabrikan mengenai hal itu. Pabrikan harus menjelaskan mengapa serapan tidak sampai target. ”Seharusnya serapan itu melampaui target, karena bukan hanya beli tembakau Pamekasan,” kata Harun kemarin (8/11).

Jika serapan di tingkat pabrikan rendah, petani menjadi korban. Sebab, tembakau yang sudah dirajang tetap akan dijual meski harga murah. Biasanya, jika pabrikan tutup, tembakau itu dijual pada gudang pribadi.

Harga yang dipatok antara pabrikan dengan gudang pribadi tentu jauh berbeda. Petani tidak memperoleh untung banyak jika hanya mengandalkan pembelian dari gudang pribadi. ”Kasihan petani. Jangankan untung, tidak rugi saja sudah untung,” ujarnya.

Dewan akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan mengenai pembelian tembakau selama 2019. Evaluasi besar-besaran akan dilakukan. Harapannya, ada perbaikan untuk pembelian musim mendatang.

Kabid Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Disperindag Pamekasan Imam Hidayat menerangkan, pembelian tembakau berakhir sejak 17 Oktober lalu. Tetapi, masih ada gudang pribadi yang membeli.

Diakui, ada sejumlah pabrikan yang serapannya di bawah target. Salah satunya PT Bentoel. Menurut Imam, perusahaan tersebut sempat ada persoalan internal yang berdampak pada pembelian. ”Kalau yang lain belum dapat informasi, nanti kami koordinasikan,” tandasnya.

(mr/pen/han/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia