Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Yakin Batalkan Status Tersangka

Sidang Praperadilan Kadarusman Dimulai

07 November 2019, 11: 37: 26 WIB | editor : Abdul Basri

MINTA KEADILAN: M. Alfian (baju biru) membacakan dugaan kejanggalan penetapan tersangka terhadap Kadarusman di hadapan hakim tunggal di PN Pamekasan kemarin.

MINTA KEADILAN: M. Alfian (baju biru) membacakan dugaan kejanggalan penetapan tersangka terhadap Kadarusman di hadapan hakim tunggal di PN Pamekasan kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Gugatan praperadilan yang diajukan keluarga Kadarusman, korban pengeroyokan yang ditetapkan sebagai tersangka disidang. Keluarga yakin ada kejanggalan dan memohon majelis hakim membatalkan status tersangka.

Sidang perdana dimulai kemarin (6/11). Sunarti dipercaya menjadi hakim tunggal dalam kasus tersebut. Puluhan warga Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, memadati ruang sidang PN Pamekasan.

M. Alfian selaku kuasa hukum Kadarusman meyakini ada kejanggalan dari penetapan tersangka kliennya itu. Di antaranya, tidak pernah ada pemeriksaan terhadap Darus dengan status sebagai terlapor.

Padahal, seusai Perkap 14/2012 tentang Manajemen Penyidikan, sebelum dilakukan penyidikan terlebih dahulu dilakukan penyelidikan. Yakni, pemeriksaan dan permintaan keterangan sebagai terlapor.

Kemudian, dalam perkara tersebut, Darus sebagai korban. Dia dikeroyok empat orang yang telah ditetapkan tersangka oleh Polres Pamekasan. Jika ada perlawanan, sangat wajar karena dalam kondisi mendesak.

Dari fakta tersebut, Alfian berharap kebijaksanaan majelis hakim. Status tersangka Darus dimohon untuk dibatalkan. Dengan demikian, pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu bisa kembali ke keluarga. ”Klien kami ini korban pengeroyokan,” katanya.

Humas PN Pamekasan Tito Eliandi mengatakan, pihaknya memiliki batas waktu menyelesaikan sidang praperadilan. Sesuai regulasi, sidang harus selesai dalam waktu tujuh hari setelah sidang pertama dimulai. ”Aturannya begitu,” katanya.

Untuk diketahui, Rabu (9/10) terjadi tindak pidana pengeroyokan di Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir. Kadarusman menjadi salah satu korban pengeroyokan itu. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka.

Yakni, Anasrullah alias Anang, 23, Muhalli alias Halli, 28, Amiruddin alias Amir,25 dan Sulaiman Fadli, 29. Selang beberapa hari, polisi menetapkan Kadarusman sebagai tersangka dan dilakukan penahanan atas tuduhan penganiayaan.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia