Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Ribuan Personel tanpa Senpi

07 November 2019, 11: 30: 31 WIB | editor : Abdul Basri

SIAGA: Kapolres Sumenep AKBP Muslimin dan forkopimda mengecek anggota pengamanan pilkades serentak 2019.

SIAGA: Kapolres Sumenep AKBP Muslimin dan forkopimda mengecek anggota pengamanan pilkades serentak 2019. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

KEAMANAN dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) menjadi perhatian semua pihak. Apalagi, 42 desa masuk kategori sangat rawan. Sementara 114 desa rawan dan 70 desa kurang rawan. Bahkan, beberapa waktu lalu sudah ada gesekan di Kecamatan Ganding.

Petugas keamanan pun tak mau kecolongan. Ribuan petugas keamanan dari berbagai unsur menjaga kemarin (6/11). Mereka ditugaskan melakukan pengamanan di 174 desa di 19 kecamatan.

Kapolres Sumenep AKBP Muslimin menyampaikan, selain 3.508 polisi, pasukan pengamanan dibantu 812 TNI, 95 satpol PP, dan 4.500 linmas. Pada pesta demokrasi tingkat desa kali ini, seluruh polisi yang terlibat pengamanan tidak dilengkapi senjata api (senpi). Mereka hanya dibekali borgol, pentungan, jas hujan, dan senter.

Ini dilakukan untuk menghindari keteledoran personel dalam menguasai senjata ketika bertugas. Seluruh pasukan diimbau disiplin dalam tugas supaya masyarakat tetap kondusif.

Muslimin berharap, pelaksanaan pilkades serentak di Sumenep berjalan tertib, aman, dan lancar. Berikan pengamanan dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. ”Laksanakan tugas dengan penuh semangat dan harus ikhlas melaksanakan tugas. Semua yang kita lakukan sebagai salah satu bentuk kewajiban. Niatkanlah mengerjakan tugas ini sebagi ibadah,” tegasnya kepada pasukan.

Pihaknya tidak segan untuk mengambil tindakan hukum apabila ada pelanggaran hukum yang terbukti dilakukan saat pilkades. Tiga kecamatan yang mendapat perhatian lebih, yakni Bluto, Lenteng, dan Batuputih. Namun, dalam pantauan sementara, sampai saat ini seluruh wilayah tetap kondusif.

Komandan Kodim 0827/Sumenep Letkol Inf. Ato Sudiatna menyampaikan, sangat siap membantu pengamanan pilkades. Penempatan pasukan dari kodim tidak langsung melakukan pengamanan di TPS. Setiap desa dialokasikan tiga anggota.

”Di kodim ada disiagakan satu unit kendaraan tempur (ranpur) yang kita pinjam dari 516 (Yonif Mekanis 516/Caraka Yudha),” jelasnya.

Anggotanya juga tidak dilengkapi senjata dalam rangka pengamanan pemilu di level apa pun. Apabila di masyarakat ada permasalahan, selalu diupayakan bisa selesai secara persuasif. Kalau menggunakan senjata, dikhawatirkan ada situasi yang tidak terkendali dan menimbulkan korban.

”Intinya semua elemen masyarakat harus menjaga kondusivitas pilkades, terutama para calon agar bisa menjaga para pendukung untuk tidak saling berbenturan,” tandasnya. (c3)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia