Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pemprov Jatim Salurkan 750.000 Liter Air Bersih

Untuk Warga Terdampak Kekeringan di Sapudi

07 November 2019, 10: 57: 40 WIB | editor : Abdul Basri

PEDULI: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan jeriken berisi air bersih kepada warga.

PEDULI: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan jeriken berisi air bersih kepada warga. (RadarMadura.id)

Share this      

MUSIBAH kekeringan di Pulau Sapudi, Sumenep, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung untuk memberikan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Gayam kemarin (5/11).

Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim, Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI Herru Kusmanto, Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono, wakil ketua DPRD, Korem 084 hadir pada penyerahan bantuan itu. Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi juga ikut mendistribusikan air bersih.

Total ada 750.000 liter air bersih yang disalurkan ke Pulau Sapudi. Ratusan ribu air bersih tersebut diangkut dua tahap. Pertama menggunakan KRI Teluk Ende dengan muatan 500.000 liter air bersih.

MERAKYAT: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambilkan air bersih untuk warga.

MERAKYAT: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambilkan air bersih untuk warga. (RadarMadura.id)

Kapal itu juga mengangkut 6.000 jeriken, 300 terpal, dan satu unit mobil rescue badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Lalu, dua unit mobil tangki BPBD, alkon, dan satu unit genset. Terdapat 100 orang kru kapal, 15 orang personel BPBD, dan 30 personel dari Dinsos Jatim turut diberangkatkan untuk membantu pelaksanaan distribusi air bersih. Tahap kedua diangkut menggunakan dua kapal tug boat dengan membawa 250.000 liter air bersih Senin (4/11).

Khofifah menyatakan, bantuan ini hasil kerja sama dengan Koarmada II. Untuk mengatasi kekeringan ini dibutuhkan sinergi lintas sektor dan instansi. ”Untuk mengatasi kekeringan di kepulauan harus ada ikhtiar khusus karena harus menggunakan armada kapal. Alhamdulillah, hasil komunikasi dengan Pak Panglima Koarmada II, kita bisa mendapatkan armada untuk mengangkut dan menyalurkan air bersih sampai ke masyarakat,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan, pada musim kemarau panjang tahun ini terdapat 28 dari 38 kabupaten/kota di Jatim terdampak kekeringan dengan total 662 desa. Termasuk di Kecamatan Gayam di Pulau Sapudi, Sumenep ini. Di kabupaten ujung timur Pulau Madura itu ada 12 desa di lima kecamatan mengalami kekeringan.

Khofifah mengajak masyarakat untuk melaksanakan salat Istisqa dan berdoa agar segera diturunkan hujan oleh Allah SWT. Menurut dia, berdasarkan telaah Bappenas, masalah ketersediaan air bersih di Jatim membutuhkan penanganan khusus. Provinsi Jatim menjadi daerah kedua setelah DKI Jakarta yang membutuhkan penanganan khusus.

Karena itu, dalam kunjungan kerjanya di Sapudi, Khofifah membawa sejumlah pimpinan OPD. Seperti Kadis ESDM, agar melakukan peninjauan mengatasi persoalan air bersih. ”Penyaluran distribusi air bersih di Sapudi akan menjadi role model untuk kita bisa membantu menyalurkan bantuan di wilayah kepulauan yang mengalami kekeringan,” kata Khofifah.

Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI Herru Kusmanto mengatakan, penyaluran air bersih ini adalah bentuk sinergi dengan Pemprov Jatim beserta Forkopimda Jatim. ”Kita menyiapkan satu kapal perang dan juga menggerakkan tug boat dan tongkang untuk mendukung penyaluran air bersih. Kita buat satgas juga bekerja sama dengan BPBD untuk mengatasi kekeringan,” kata Herru. 

(mr/*/bam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia