Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Minta Segera Operasikan RSU Ketapang

06 November 2019, 09: 57: 20 WIB | editor : Abdul Basri

SERIUS: Anggota Komisi IV DPRD Sampang Sri Rustiana memberikan keterangan pers di ruang kerjanya kemarin.

SERIUS: Anggota Komisi IV DPRD Sampang Sri Rustiana memberikan keterangan pers di ruang kerjanya kemarin. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Ketapang tuntas. Namun, rumah sakit pelat merah tersebut belum bisa dioperasionalkan. Penyebabnya, sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelola fasilitas kesehatan itu belum memadai.

Hal ini pun mendapat sorotan dari anggota Komisi IV DPRD Sampang Sri Rustiana. Menurut dia, pemkab perlu bergerak cepat agar keberadaan gedung rumah sakit pelat merah tidak mubazir. Salah satunya dengan penyediaan SDM sesuai standar layanan rumah sakit.

”Itu kan masih perlu perawatnya berapa, dokter spesialisnya berapa, dan lain-lain,” kata perempuan yang akrab disapa Tia itu kemarin (5/11).

Terkait teknis rekrutmen SDM, pihaknya tidak bisa terlalu ikut campur. Hal itu menjadi kewenangan eksekutif. Politikus Partai Demokrat tersebut hanya berharap agar masyarakat di wilayah utara segera bisa menerima layanan kesehatan di RSU Ketapang.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKPSDM Sampang Yuliadi Setiawan mengatakan, tenaga medis dan paramedis di RSU Ketapang akan segera disiapkan. Rencananya, untuk rekrutmen CPNS tahun depan akan diprioritaskan untuk rumah sakit tersebut. Hanya, dia mengaku lupa berapa angka pasti kuota CPNS untuk RSU Ketapang.

”Saya cuma lupa rinciannya. Tenaga kesehatan berapa, pendidikan berapa,” kata pria yang juga dipercaya menjadi Pj Sekkab Sampang itu.

Dari formasi itu akan diketahui berapa yang bisa diletakkan di RSU Ketapang. Meski demikian, tidak semua tenaga medis dan paramedis merupakan orang yang baru direkrut. Harus ada tenaga kesehatan lama agar pelayanan bisa berjalan optimal. ”Memang harus cari yang pengalaman juga. Ada sebagian yang baru, ada sebagian yang pengalaman,” katanya.

SDM yang berpengalaman bisa saja diambil dari puskesmas atau RSUD dr Mohammad Zyn Sampang. Sebab, sesuai regulasi, ketika ada kekurangan tenaga medis atau paramedis di satu fasilitas kesehatan, bisa diambilkan dari tempat lain. ”Dalam aturan, kalau ada kekurangan medis dan paramedis, kita sesuaikan dengan kebutuhan di sana,” katanya.

Ditanya kapan target operasionalisasi RSU Ketapang? Menurut dia, rencananya akan diluncurkan tahun ini. Tetapi, teknisnya seperti apa masih dibahas di dinas kesehatan. ”Target tahun ini mau dioperasionalkan,” jelasnya.

(mr/mam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia