Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Jelang Pilkades, Perekaman E-KTP Meningkat

Penerima Suket Tembus 35 Ribu

06 November 2019, 09: 55: 27 WIB | editor : Abdul Basri

SIBUK: Petugas Dispendukcapil Sampang melayani masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan kemarin.

SIBUK: Petugas Dispendukcapil Sampang melayani masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Kekosongan blangko e-KTP sudah memasuki bulan ketujuh. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang belum memiliki solusi memenuhi jumlah pemohon yang semakin membeludak. Hingga saat ini, penerima surat keterangan (suket) pengganti e-KTP mencapai 35 ribu.

Sekretaris Dispendukcapil Sampang Ach. Badwi mengatakan, kekurangan blangko e-KTP tidak hanya dialami Sampang. Hal itu dialami hampir seluruh daerah di Indonesia. Pasalnya, ketersediaan blangko e-KTP di pusat sudah menipis.

Informasi yang diterimanya, pemerintah bakal melakukan pengadaan blangko e-KTP. Namun, kepastiannya kapan belum diketahui. ”Sekarang pemerintah pusat lebih berhati-hati dalam pengadaan blangko e-KTP. Apalagi, setelah terungkap kasus korupsi blangko,” katanya kemarin (5/11).

Badwi mengungkapkan, pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk mengambil blangko. Namun, jumlah yang akan diberikan terbatas. Masing-masing daerah tidak boleh mengambil lebih dari 500 keping blangko e-KTP.

Namun, pihaknya enggan mengambil karena terlalu sedikit. Apalagi, untuk mengambilnya butuh biaya. ”Sekarang anggaran perjalanan dinas kami minim. Sementara kalau kita mengambil jatah dari pemerintah pusat, biaya perjalanannya diperkirakan menghabiskan Rp 6 juta,” ungkapnya.

Menurut Badwi, jatah blangko yang diberikan pemerintah pusat tidak seimbang dengan biaya transportasi. Apalagi, pemohon perekam e-KTP setiap hari bertambah. Untuk sementara pihaknya memilih untuk mengeluarkan suket.

Pria berkacamata itu menjelaskan, dalam sehari jumlah pemohon e-KTP berkisar 200 hingga 300 orang. Saat ini jumlah pemohon meningkat jika dibandingkan dengan bulan lalu. Sebab, sekarang semakin mendekati pilkades serentak.

”Ada peningkatan, tapi tidak signifikan. Kalau jatah dari pusat diambil, otomatis akan habis dalam dua hari. Kami menunggu saja hingga blangko normal,” tukasnya. (bil)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia