Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Sudah Turun Hujan, Dropping Air Berlanjut

06 November 2019, 09: 49: 54 WIB | editor : Abdul Basri

KEKERINGAN: Warga Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, menyambut kedatangan distribusi air gratis beberapa hari lalu.

KEKERINGAN: Warga Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, menyambut kedatangan distribusi air gratis beberapa hari lalu. (BUDI FOR RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Kota Pamekasan sudah diguyur hujan sejak beberapa hari lalu. Namun, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan PDAM terus mendistribusikan air bersih ke lokasi kekeringan.

Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Pamekasan Budi Cahyono mengungkapkan, kendati sudah diguyur hujan belum tentu sumber air di daerah dampak kekeringan bisa dimanfaatkan. ”Kita masih akan cek sumber air, sudah keluar apa belum. Sementara dropping air masih berlanjut,” ungkap pria berkumis tersebut.

Pada 30 September lalu BPBD Pamekasan menyampaikan pada November Bumi Pamelingan akan turun hujan. Itu merujuk tinjauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda.

Penanganan bencana kekeringan di seluruh wilayah Pamekasan sekitar empat bulan. Sesuai Surat Keputusan Bupati Nomor 188/426/432.013/2019 tentang Bantuan Air Bersih. Tahap pertama Agustus–September. Sementara tahap kedua atau perpanjangan Oktober hingga November. Titik desa dan dusun penerima tidak ada perubahan.

Pengiriman dilakukan pada desa-desa yang bisa terjangkau. ”Kalau hujan kami tidak berani mengambil risiko ke pelosok,” ungkap lelaki yang juga menjabat sebagai koodinator Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) tersebut.

Sampai awal November ini kekeringan diperkirakan belum usai. Sebab, puncak hujan diperkirakan jatuh pada Januari 2020. (c2)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia