Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Tiga Kelurahan Tak Sepakati Nilai Ganti Rugi

06 November 2019, 09: 33: 33 WIB | editor : Abdul Basri

Tiga Kelurahan Tak Sepakati Nilai Ganti Rugi

Share this      

SAMPANG – Nilai ganti rugi kepada warga di tiga kelurahan yang tanahnya terdampak normalisasi Kali Kamoning belum final. Sebab, warga yang hadir dalam sosialisasi di aula Bappelitbangda Sampang kemarin (5/11) menolak nominal harga yang dipatok appraisal.

Kabid Prasarana Wilayah dan Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sampang Abdul Rachman menyatakan, sosialisasi tersebut melibatkan perwakilan dari polsek dan koramil Kota Sampang. Dinas PUPR dan perwakilan warga dari Kelurahan Gunung Sekar, Kelurahan Rongtengah, dan Kelurahan Dalpenang juga terlibat.

Dalam kesempatan itu pihaknya menyampaikan harga taksir dari tim penilai independen Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) atas tanah terdampak proyek normalisasi. Harga yang dikeluarkan KJPP atas tanah terdampak paling rendah Rp 175 ribu dan paling tinggi Rp 225 ribu per meter.

Menurut Rachman, munculnya harga taksir tanah dari KJPP tersebut tidak berdasar zona tanah, tetapi berdasar nilai jual objek pajak (NJOP).

Dengan begitu, jika menerima harga taksir tersebut, warga tidak dibebani pajak jual beli tanah. ”Kami menyampaikan kepada perwakilan warga tiga kelurahan terkait harga taksir yang dikeluarkan tim appraisal independen, disaksikan beberapa forkopimcam dan OPD terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kabid Pengelolaan Sungai Dinas PUPR Sampang Agus menerangkan, sosialisasi harga tanah yang dikeluarkan tim taksir independen belum disepakati oleh perwakilan warga tiga kelurahan. Pihaknya menegaskan bahwa sosialisasi tersebut akan diagendakan ulang pada pertemuan selanjutnya.

Warga di tiga kelurahan menilai bahwa harga yang ditetapkan tim taksir terlalu murah. ”Jadi, belum disepakati terkait harga taksir tanah di tiga kelurahan yang terdampak itu,” terangnya.

Pada sosialisasi sebelumnya, harga taksir untuk ganti rugi lahan milik warga terdampak proyek normalisasi Kali Kamoning di Desa Paseyan sudah menemui kesepakatan. Yakni, Rp 150 ribu per meter.

Warga yang sepakat dengan ganti rugi tersebut berjumlah 31 kepala keluarga (KK). ”Tersisa lahan milik warga di tiga kelurahan yang belum disepakati,” pungkasnya.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia