Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features

Siti Mutmainnah, Anak Kurang Mampu Jadi Wisudawati Terbaik

Keterbatasan Ekonomi Jadi Motivasi

06 November 2019, 09: 25: 17 WIB | editor : Abdul Basri

SEMANGAT BUAHKAN HASIL: Siti Mutmainnah menunjukkan ijazah dan tropi di kampus Politeknik Negeri Malang di Pamekasan kemarin

SEMANGAT BUAHKAN HASIL: Siti Mutmainnah menunjukkan ijazah dan tropi di kampus Politeknik Negeri Malang di Pamekasan kemarin (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

Kemiskinan bukan alasan untuk tidak menempuh pendidikan tinggi. Siti Mutmainnah telah membuktikannya. Meski lahir dari keluarga kurang mampu, dia sukses menjadi wisudawati terbaik di Politeknik Negeri Malang.

LANGIT kota Gerbang Salam cerah kemarin (5/11). Jalan menuju Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pamekasan, cukup lengang siang itu. Hanya terlihat beberapa kendaraan bersalipan.

RadarMadura.id pun tiba di Politeknik Negeri Malang di Pamekasan. Koran ini disambut Siti Mutmainnah. ”Silakan duduk,” ujar Siti Mutmainnah sembari mengarahkan ke kursi tamu.

BANGGA: Siti Mutmainnah didampingi Koordinator Politeknik Negeri Malang di Pamekasan Moch. Tarsun kemarin.

BANGGA: Siti Mutmainnah didampingi Koordinator Politeknik Negeri Malang di Pamekasan Moch. Tarsun kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Setelah menyodorkan minuman dingin, lulusan progam diploma II jurusan akutansi itu menceritakan awal mulanya hingga bisa kuliah. Perumpuan 20 tahun yang biasa disapa Iin itu tidak menyangka bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebab, orang tuanya mengalami keterbatasan biaya.

”Ayah dan ibu saya cerai ketika saya baru masuk SD. Ibu saya hanya petani dan tidak memiliki pekerjaan,” ungkap Iin.

Dia sangat bersyukur bisa kuliah dan mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Dia kuliah di program studi di luar domisili (PDD) rintisan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Politeknik Negeri Malang yang ada di Pamekasan.

Saat kuliah, Iin juga sambil bekerja sebagai admin dan kasir supermarkert di Pamekasan. Itu dilakukan untuk membantu kondisi ekonomi orang tuanya. ”Saya sambil cari pekerjaan untuk biaya hidup saya dan orang tua saya,” ceritanya.

Iin beruntung bisa membagi waktu. Tugasnya sebagai karyawan dan waktu kuliah tidak berbenturan. Mulai pagi hingga pukul 13.30 dia bekerja di supermarket. Mulai pukul 14.00–20.00, dia mengikuti perkuliahan di kampus.

”Alhamdulillah, bos saya memberikan izin dan memaklumi kondisi saya,” terang alumnus SMKN 3 Pamekasan itu.

Kendati sebagai karyawan, dia mengaku tetap semangat belajar. Dia aktif masuk kuliah hingga diwisuda. Kerja kerasnya itu membuahkan hasil.

Saat diwisuda Minggu (3/11) di Politeknik Negeri Malang, perempuan kelahiran 10 Mei 1999 itu sukses didapuk sebagai wisudawati terbaik. Meski dia hanya kuliah di kampus cabang yang ada di Pamekasan, dia sukses mengalahkan ribuan wisudawan lainnya yang kuliah di kampus induk di Malang.

Putri dari pasangan suami istri Hasin dan Fatumi ini mendapat nilai cum laude dan terbaik dengan IPK 3,98. Prestasi itu, menurut dia, sangat membanggakan dirinya dan orang tuanya.

”Alhamdulillah, prestasi ini sangat membanggakan bagi saya dan saya tidak menyangka. Saya hanya menjalankan tugas untuk belajar, belajar, dan belajar,” terang perampuan asal Galis, Pamekasan, itu.

Usai diwisuda, dia mengaku ingin melanjutkan pendidikannya. Namun, cita-citanya itu belum bisa terwujud karena masih terkendala biaya.

”Semoga bisa melanjutkan S-2,” harap perempuan yang membuat judul skripsi E-Filing yang Kurang Maksimal Dimanfaatkan oleh Masyarakat sebagai Wajib Pajak Pribadi itu.

Sementara itu, Koordinator PDD Politeknik Negeri Malang di Pamekasan Moch. Tarsun mengaku senang mahasiswanya menjadi wisudawan terbaik. Prestasi itu mengindikasikan bahwa kampus yang dikelolanya sangat profesional. ”Alhamdulillah, bisa mengalahkan mahasiswa yang kuliah di Malang atau induknya,” terangnya.

Dia menjelaskan, Mutmainnah merupakan mahasiswanya yang masuk PDD rintisan AKN PDD. Namun, mulai tahun depan statusnya berubah menjadi Progam Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Malang di Pamekasan.

Prestasi itu diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. Baik yang ada di prodi teknik otomotif maupun akutansi. ”Ke depan akan ada teknik otomotif elektronik (D-4), akutansi (D-3), dan manajemen informatika (D-3),” tukasnya.

(mr/onk/sin/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia