Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Kejari Panggil Kades dan PNS Terkait Hal Ini

06 November 2019, 09: 22: 28 WIB | editor : Abdul Basri

BERI KETERANGAN: Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana (kanan) didampingi Kasipidsus Muhammad Iqbal di ruang humas kejari kemarin siang.

BERI KETERANGAN: Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana (kanan) didampingi Kasipidsus Muhammad Iqbal di ruang humas kejari kemarin siang. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan kambing etawa. Kemarin (5/11) ada empat saksi yang dipanggil. Yakni, tiga kepala desa (Kades) dan seorang pengawai negeri sipil (PNS).

Namun, yang hadir hanya Kades Baipajung, Kecamatan Tanah Merah, Soni Saksono yang merupakan PNS. Sampai saat ini, saksi yang diperiksa kejari sudah mencapai 220 orang.

Humas Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana menyampaikan, pemanggilan dijadwalkan pukul 10.00. Kades hadir sesuai jadwal. Pemeriksaan selesai pukul 13.30. Ada 23 pertanyaan kepada Kades dan 30–35 pertanyaan kepada Saksono.

Pria asal Pulau Dewata itu menegaskan, saat ini berkas untuk dua tersangka hampir selesai. Tinggal melengkapi petunjuk dari jaksa peneliti.

Menurut Putu, masa tahanan tersangksa Mulyanto Dahlan dan Syamsul Arifin berakhir 30 November. ”Bulan ini sudah bisa diselesaikan,” janjinya.

Ditanya berapa saksi lagi yang akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas, Putu enggan memberikan penjelasan secara detail. ”Tunggu saja lah. Akhir bulan ini sudah bisa diselesaikan,” tegasnya.

Mengapa banyak warga yang berkerumun di halaman kantor kejari selama pemeriksaan? Kasiintel kejari menjawab mereka menemani Kades yang sedang diperiksa.

”Sebentar lamanya pemeriksaan bergantung pada jawaban terperiksa. Ada yang terbuka, berbelit-belit, dan itu saya pikir lama. Tidak bisa dihitung rata. Dua sampai tiga jam bisa diselesaikan manakala tidak berbelit-belit,” paparnya.

Sekadar diketahui, pengadaan kambing etawa merupakan program Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan tahun anggaran 2017. Realisasi program itu tersebar di 273 desa se-Bangkalan. Total anggaran Rp 9.213.750.000. Setiap desa dianggarkan Rp 33.750.000.

Perinciannya, Rp 13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina. Dana itu bersumber dari APBD Bangkalan 2017. Lalu, Rp 10 juta untuk membeli seekor kambing etawa jantan, dan Rp 10 juta untuk pembuatan kandang. Dana yang digunakan bersumber dari APBDes 2017 tiap desa.

Jumat, 2 Agustus 2019, kejari menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut. Yakni, Mulyanto Dahlan dan Syamsul Arifin. Keduanya ditahan di Rutan Kelas II-B Bangkalan.

(mr/rul/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia