Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Features

Angkat Ekonomi Umat, ACT-Global Wakaf dan PMI Dea Malela Dirikan Ritel

05 November 2019, 15: 15: 24 WIB | editor : Haryanto

SIMBOLIS: Din Syamsuddin saat berbelanja di ritel wakaf.

SIMBOLIS: Din Syamsuddin saat berbelanja di ritel wakaf. (ACT for RadarMadura.id)

Share this      

NTB - Penyelesaian masalah kemiskinan tidak cukup dengan bantuan sekali terima. Karena itu, sistem penuntasan kemiskinan menjadi salah satu perhatian Global Wakaf-ACT.

Hal itu, diungkap Insan Nurrohman selaku Presiden Global Wakaf dalam Grand Opening Ritel Wakaf Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Lenagguar, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Insan mengatakan, Global Wakaf menyadari cara memutus rantai kemiskinan bukan sekadar memberi bantuan “sekali datang dan pergi”. Artinya, harus ada program yang lebih serius dan sistemik untuk membantu masyarakat keluar dari lilitan kemiskinan.

SEREMONIAL: Suasana grand opening Ritel Wakaf PMI Dea Malela, Lenagguar, Sumbawa.

SEREMONIAL: Suasana grand opening Ritel Wakaf PMI Dea Malela, Lenagguar, Sumbawa. (ACT for RadarMadura.id)

"Kita harus memberi sedekah kerja yang sifatnya berkelanjutan, bukan hanya memberi bantuan pangan di hari itu," jelas Insan.

Dijelaskan, sedekah kerja yang dimaksud adalah lapangan pekerjaan. Insan berharap, kehadiran Ritel Wakaf menjadi salah satu lapangan pekerjaan dan penggerak ekonomi masyarakat di sekitar pesantren.

"Sedekah kerja memberi lapangan pekerjaan untuk masyarakat prasejahtera. ACT bersama Global Wakaf membantu menyediakan lahan usaha. Semoga wakaf produktif ini, perlahan-lahan bisa membangkitkan ekonomi umat,” katanya.

Senada dengan Direktur Global Wakaf Syahru Ariansyah, Ritel Wakaf menjadi solusi sistemik permasalahan ekonomi umat. Ritel Wakaf mengambil peran menyelamatkan warung-warung tradisional.

Dijelaskan, Ritel Wakaf bukan sekadar tempat jual beli kebutuhan sehari-hari. Tapi, juga memiliki grand desain pemberdayaan ekonomi umat.

"Melalui pesantren Dea Malela yang akan melanjutkan sistem pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat, kita berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabiqul khairat,” kata Rian -sapaan akrab Syahru Ariansyah-.

Bermula dari Ritel Wakaf di PMI Dea Malela, kata Rian, pemberdayaan ekonomi umat bisa digerakkan para santri. “Sistem ini akan dilanjutkan para santri. Adik-adik kita harus jadi leader. Grand desain untuk memberdayakan ekonomi umat,” lanjut Rian.

Ritel Wakaf Dea Malela menjadi Ritel Wakaf pertama di Sumbawa. Berbeda dari ritel kelontong modern lainnya, modal utama Ritel Wakaf adalah wakaf tunai dari para wakif. Ritel Wakaf merupakan manajemen aset wakaf melalui wakaf tunai.

Rian menuturkan, selama ini masyarakat hanya mengenal wakaf tanah, madrasah, dan makam. Ritel wakaf ini merupakan pengelolaan aset tanah wakaf dengan wakaf tunai.

"Sehingga, menjadi produk wakaf produktif. Kita harus mengucapkan terima kasih kepada wakif yang berkontribusi," papar Rian.

Rian mengingatkan, manajemen Ritel Wakaf harus dikelola dengan baik. Ke depan, Retail Wakaf menjadi pengayom warung-warung tradisional.

"Harus sabar, harus telaten. Sekarang kami, nanti dilanjutkan para santri. Yang kami bicarakan sistem. Inilah kenapa wakaf produktif dilahirkan Islam," tegas Rian.

Ritel Wakaf dan Warung Wakaf, kata Rian, bukan hanya mengejar profit. Tapi, juga mencari manfaat yang lebih besar. Misalnya banyaknya tenaga kerja dan produk-produk yang dimobilisasi.

"Kalau program ini baik, akan banyak program lainnya yang bisa kita lakukan. Misalnya beasiswa di pesantren Dea Malela, beasiswa untuk warga, program kesehatan dan banyak hal. Kami ingin wakaf produktif menjadi solusi,” pungkas Rian.

Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin selaku pengasuh Ponpes PMI Dea Malela mengatakan, kemunculan ritel usaha yang diluncurkan lembaga-lembaga filantropi Islam menjadi harapan bagi kebangkitan ekonomi umat.

"Kita patut bersyukur dan gerakan lembaga filantropi umat islam di skala global. Seperti Global Wakaf dan ACT yang bergerak di bidang pendidikan, sekolah, kesehatan,” ungkap Din.

Sebelumnya, ACT dan PMI Dea Malela telah beberapa kali merajut kerja sama. Salah satunya, pembangunan fasilitas sekolah pada Agustus lalu dan program beasiswa. "Biaya makan santri luar negeri Rp 1,5 juta per bulan dijamin ACT,” jelas Din.

Selain beasiswa, pada momen Idul adha tahun lalu, ACT melalui Global Qurban juga menyumbang tujuh ekor sapi ke PMI Dea Malela. "Ritel Wakaf jawaban dari permasalahan umat. Kami menyambut baik Ritel Wakaf dari Global Wakaf-ACT,” pungkas Din. (*)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia