Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Berpotensi Tetap Satu Gerbong Lagi

Koalisi Semangka di Pilkada 2020

05 November 2019, 14: 31: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Berpotensi Tetap Satu Gerbong Lagi

Share this      

SUMENEP – Dalam dua periode terakhir, koalisi semangka (PKB-PDI Perjuangan) tidak pernah pecah. Pada Pilkada Sumenep 2010, dua partai ini berhasil memenangkan calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) yang diusungnya. Kemenangan kembali terulang pada Pilkada 2015.

Pada Pilkada 2020, tersiar kabar potensi perceraian kedua kubu. Partai moncong putih sudah mendeklarasikan Achmad Fauzi sebagai tokoh yang akan maju sebagai cabup. Pada pemilihan legislatif 17 April 2019 PDI Perjuangan hanya mengantongi 5 kursi di parlemen. Sementara PKB menjadi partai penguasa dengan perolehan 10 kursi.

Partai besutan Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memenuhi syarat mengusung calon walau tanpa berkoalisi. Sebaliknya, PDI Perjuangan mau tidak mau harus mencari pasangan koalisi. Apakah akan tetap seperti pilkada sebelumnya atau malah akan mengajak partai lain untuk membangun kekuatan baru.

Meski Bupati A. Busyro Karim tidak bisa maju kembali di Pilkada 2020, PKB masih memiliki stok kader yang digadang-gadang akan maju. Tak dipungkiri, sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak, posisi cabup tetap jadi incaran. Sementara Fauzi yang masih berstatus Wabup Sumenep mendampingi bupati dua periode itu juga sudah mendeklarasikan diri juga akan maju sebagai cabup.

Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim mengatakan, PKB dan PDI Perjuangan masih berpotensi berada dalam satu gerbong. ”Bisa saja terjadi. Tidak menutup kemungkinan. Makanya Pak Fauzi berencana juga daftar ke PKB,” ungkapnya.

Namun, pihaknya tidak memungkiri jika pada pesta demokrasi tahun depan PKB juga mengincar posisi cabup. Sebab, secara matematis, PKB memiliki kursi terbanyak di parlemen. ”Tapi, semua keputusan ada di DPP,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumenep Abrari mengatakan, dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. ”Kalau ketua PKB menyampaikan begitu, jawaban dari PDI Perjuangan mungkin begitu, mungkin tidak begitu,” ucapnya kemarin (4/11).

Apakah rencana mendaftarnya Fauzi merupakan bagian dari upaya mengikat jalinan koalisi? Pria yang akrab disapa Abe ini menjelaskan jika partai yang dinakhodai Megawati itu berkewajiban mendaftar ke partai mana pun yang bisa menerima niat baik tersebut.

”Tujuannya ikhtiar dan ihtiram. Kami menyadari perolehan kursi di DPRD tidak sampai pada nifas politik. Untuk itu, kami akan mengambil formulir ke sejumlah partai,” tukasnya.

(mr/bad/han/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia