Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Satlantas Temukan STNK Palsu

Pelanggaran Lalu Lintas Semakin Meningkat

05 November 2019, 14: 29: 54 WIB | editor : Abdul Basri

TEGAS: Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra didampingi Wakapolres Kompol Hendy Kurniawan dan Kasatlantas AKP Mohammad Ardi Wibowo saat press release kemarin siang.

TEGAS: Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra didampingi Wakapolres Kompol Hendy Kurniawan dan Kasatlantas AKP Mohammad Ardi Wibowo saat press release kemarin siang. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Operasi Zebra Semeru 2019 berakhir hari ini (5/11). Giat yang digelar sejak 23 Oktober itu hingga kemarin (4/11) sudah menindak 2.334 pelanggar aturan lalu lintas.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menyampaikan, dalam kurun waktu 13 hari, pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2019 berhasil mengamankan 2.334 barang bukti (BB). ”Terbanyak yang kami sita STNK. Jumlahnya 2.010 lembar,” ungkapnya.

Perwira menegah asal Sidoarjo itu menegaskan, semua hasil sitaan kendaraan, baik roda dua, roda empat, atau lebih akan disidangkan. Operasi Zebra Semeru pada prinsipnya merupakan penegakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas.

”Manakala SIM dan surat-surat kendaraan tidak ada, maka dilakukan penyitaan dan pengamanan terhadap kendaraannya,” tegas Rama.

Polisi juga menemukan STNK truk yang diduga palsu. Pihaknya masih melakukan pendalaman untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. ”Di samping itu, kami melakukan penyitaan kendaraan bermotor (ranmor) karena pelanggar tidak bisa menunjukkan STNK maupun SIM,” jelas perwira lulusan akademi polisi (akpol) 2001 itu.

Rama berjanji juga akan mengkroscek dengan data kriminal yang ada di satreskrim terkait dengan pelaporan kejadian pencurian kendaraan bermotor. Pihaknya kroscek sesuai data yang ada.

”Operasi memang belum selesai. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pelanggaran ada peningkatan,” tandasnya.

(mr/rul/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia