Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Proyek Belasan Miliar Terkendala Pembebasan Lahan

Rekanan Klaim Progres Pengerjaan 65 Persen

05 November 2019, 14: 00: 08 WIB | editor : Abdul Basri

DIKEJAR DEADLINE: Pekerja menggarap proyek pembangunan jalan pendekat overpass II di KKJSM Kecamatan Labang kemarin.

DIKEJAR DEADLINE: Pekerja menggarap proyek pembangunan jalan pendekat overpass II di KKJSM Kecamatan Labang kemarin. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Pembangunan jalan pendekat overpass II tahap dua di kawasan kaki Jembatan Suramadu sisi Madura (KKJSM) tengah dikerjakan. Namun, proyek yang digarap PT Amin Jaya Karya Abadi itu menemui kendala. Sebagian lahan belum dibebaskan.

Meski demikian, PT Amin Jaya Karya Abadi mengklaim saat ini progres pengerjaannya sudah 65 persen. Proyek belasan miliar itu harus tuntas tahun ini.

Tahun ini Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menyediakan Rp 17.650.000.000 untuk proyek pembangunan jalan pendekat overpass II tahap dua di KKJSM. Harga perkiraan sendiri (HPS) ditetapkan Rp 17.629.713.807. PT Amin Jaya Karya Abadi jadi pemenang lelang dengan harga terkoreksi Rp 13.146.309.851.

Pantauan RadarMadura.id,beberapa alat berat berada dilokasi. Pekerja terus melakukan pemasangan U-ditch. Sebagian pekerja merapikan pinggiran bahu jalan. Papan nama proyek juga ada dilokasi.

Kepala Teknik PT Amin Jaya Karya Abadi Ripkianto mengatakan, pembersihan, pengupasan lahan, pembentukan badan jalan, pengerjaan galian batu lunak, galian biasa, timbunan, agregat, dan pemasangan sheet pile sudah selesai digarap. Saat ini pemasangan U-ditch atau saluran terbuat dari beton.

”Progres pengerjaan sekitar 65 persen. Agregat sudah digarap. Tinggal penyelesaian U-ditch saja,” klaim Ripkianto kemarin (4/11).

”Ada beberapa yang butuh perhatian khusus. Terutama pemasangan U-ditch. Sebab, cukup banyak pemasangan kanan-kiri,” sambungnya.

Ripkianto mengungkapkan, ada sedikit kendala dalam pengerjaan proyek. Misalnya, terdapat tiang listrik di lokasi proyek. Namun, hal itu sudah dikoordinasikan dengan pihak PLN. Rencananya, minggu ini dilakukan pemindahan tiang listrik.

Kendala lainnya, sebagian lahan warga belum dibebaskan BPWS. Panjangnya sekitar 125 meter. Namun, hal tersebut menjadi tanggung jawab BPWS sebagai satuan kerja.

BPWS telah berkoordinasi dengan pemilik lahan agar cepat klir. ”Ada sebagian lahan yang belum terbebaskan, tapi masih diselesaikan BPWS. Bukan tanggung jawab kontraktor. Kalau kontraktor hanya pelaksana. Kalau ada lahan bermasalah, kembali lagi ke BPWS,” paparnya.

Menurut Ripkianto, setelah pemasangan U-ditch, tinggal pengerjaan akhir berupa pengaspalan. Saat ini memasuki musim penghujan. Pengerjaan dikebut dengan cara lembur siang dan malam.

”Kalau deadline sampai 31 Desember 2019. Kami target rampung antara 15 sampai 20 Desember. Kami optimistis rampung tepat waktu,” ujarnya.

Ripkianto menambahkan, untuk memastikan kulitas pengerjaan, telah dilakukan uji lab secara independen. Tujuannya, mengetahui kualitas, sudah sesuai spesifikasi apa tidak.

Hasil uji lab menunjukkan pengerjaan sudah sesuai rencana anggaran biaya (RAB). ”Pasti kami kerjakan sesuai RAB,” tandasnya.

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan belum bisa berkomentar secara detail tentang kendala pembebasan lahan di lokasi proyek overpass. Pihaknya akan menanyakan ke divisi yang menangani pembebasan lahan dan divisi pelaksanaan proyek overpass.

Pandit menegaskan, setiap ada kendala pasti akan secepatnya diselesaikan oleh BPWS. ”Saya tanyakan dulu. Nanti saya infokan kembali. Tunggu dulu ya,” singkatnya.

(mr/bam/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia