Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Kunjungan Wisatawan Belum Penuhi Target

05 November 2019, 13: 53: 25 WIB | editor : Abdul Basri

LIBURAN: Wisatawan berkunjung ke Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Minggu (3/10).

LIBURAN: Wisatawan berkunjung ke Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Minggu (3/10). (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Kunjungan wisatawan ke Kota Keris sejak Januari–September 2019 baru 840.905 orang. Yakni, terdiri atas 1.507 wisatawan nusantara (wisnus) dan 839.398 wisatawan mancanegara (wisman).

Angka kunjungan tersebut masih di bawah target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Yaitu 1.498.000 wisatawan.

Target itu lebih tinggi daripafa tahun 2018 yang hanya 1 juta kunjungan. Tahun lalu kunjungan wisatawan mencapai 1.457.766 orang.

Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Imam Buchori mengutarakan, tidak ada target khusus bagi kunjungan wisman maupun wisnus. Pemerintah fokus mencapai target kunjungan secara keseluruhan.

Tidak dipungkiri saat ini jumlah kunjungan belum mencapai target. Namun, pihaknya optimistis target tersebut bisa tercapai hingga tutup tahun. ”Setiap tahun selalu tercapai,” tegas Imam kemarin (4/11).

Pihaknya meyakini jumlah wisatawan setiap tahun lebih tinggi, bahkan dari data jumlah pengunjung yang dihimpun lembaganya. Sebab, beberapa destinasi wisata, khususnya yang baru, masih banyak belum melaporkan jumlah kunjungan.

Untuk meningkatkan minat wisatawan di Sumenep, disparbudpora rutin melakukan promosi melalui event maupun media massa dan media sosial. ”Dua tahun ini kami menyelenggarakan event-event bertaraf regional hingga nasional. Termasuk event di objek wisata. Untuk menambah daya tarik wisatawan,” terang Imam.

Selain promosi, pemkab terus memenuhi kebutuhan penunjang kepariwisataan. Mulai dari akses transportasi, fasilitas, hingga infrastruktur di tempat-tempat wisata. Termasuk perhotelan dan sebagainya.

Respons investor, lanjut Imam, juga sangat bagus untuk menanamkan modal di Sumenep. Menurut Imam, dari berbagai objek wisata di Sumenep, kunjungan ke wisata religi selalu dominan. Tidak terpengaruh momen atau peristiwa tertentu. Misalnya, gempa yang mengguncang Sumenep beberapa waktu lalu disebut berpengaruh pada daya kunjungan di sejumlah objek wisata. ”Tapi, wisata religi malah semakin meningkat. Itu perbedaannya. Dari dulu,” terangnya.

Saat ini ada 28 objek wisata yang terdata di Disparbudpora Sumenep. Untuk wisata religi sebanyak 8 destinasi, wisata alam 13 objek, 3 destinasi wisata sejarah, dan 4 objek wisata buatan. ”Masih banyak destinasi baru yang belum terdata. Karena itu, setiap tahun kami selalu melakukan pendataan ke objek wisata baru,” jelasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma mengatakan, pengembangan wisata dan peningkatan kunjungan wisatawan tidak bisa hanya mengandalkan eksekutif dan legislatif. Dukungan dari masyarakat dan stakeholder kepariwisataan sangat dibutuhkan.

”Tidak bisa jalan sendiri. Kalau pariwisata kita ingin maju, harus berjuang besama. Dampaknya juga akan dirasakan bersama,” tukas mantan ketua DPRD Sumenep itu.

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia