Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Banyak BUMDes Tak Produktif

31 Oktober 2019, 05: 12: 50 WIB | editor : Abdul Basri

Abd. Malik Amrullah  Kepala DPMD Sampang.

Abd. Malik Amrullah Kepala DPMD Sampang. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Sebagian besar desa di Kabupaten Sampang memang sudah membentuk badan usaha milik desa (BUMDes). Berdasarkan catatan di dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD), dari 180 desa, yang sudah terbentuk BUMDes ada 150 desa. Tetapi, mayoritas kategori tidak maju.

Kepala DPMD Sampang Abd. Malik Amrullah mengatakan, dari 150 BUMDes, yang programnya aktif sebanyak 74 BUMDes. BUMDes ini dikategorikan berkembang. Sementara 76 sisanya masuk kategori mati enggan maju tak bisa.

”Ada 74 BUMDes aktif atau berkembang. Untuk yang maju sekitar sembilan BUMDes,” kata Abd. Malik Amrullah.

Pihaknya terus mendorong agar semua BUMDes bisa berkembang dan maju. Sebab, ketika BUMDes maju, dampak positifnya akan dirasakan masyarakat. Apalagi BUMDes yang bergerak di bidang usaha produk lokal.

BUMDes yang sudah masuk kategori maju menyebar di berbagai kecamatan. Usaha yang dilakukan juga beragam. Bahkan, ada salah satu BUMDes yang saat ini sudah memiliki minimarket yang bisa bersaing dengan toko-toko modern lainnya.

Lalu bagaimana dengan yang programnya tidak jalan? Menurutnya akan terus dilakukan pembinaan. Pada prinsipnya, semua BUMDes diharapkan menjalankan usahanya dengan baik hingga bisa menopang APBDes.

Malik meminta desa-desa yang belum membentuk BUMDes segera membentuk. Saat ini masih tersisa 30 desa di Sampang yang tidak memiliki BUMDes. Desa-desa tersebut menyebar di berbagai kecamatan.

”Kami targetkan pada tahun ini sudah terbentuk semua. Bahkan untuk 2020, kami punya rencana besar mengelola wisata mangrove di Sreseh oleh BUMDes gabungan dari lima desa,” tegasnya. 

(mr/mam/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia