Sabtu, 18 Jan 2020
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Pertanian Dorong Kemandirian Pemuda

Dispora Siapkan Program Milenial Bertani

31 Oktober 2019, 05: 04: 01 WIB | editor : Abdul Basri

GENERASI PENERUS: Beberapa anak muda di salah satu perguruan tinggi di Pamekasan saat berdiskusi beberapa waktu lalu.

GENERASI PENERUS: Beberapa anak muda di salah satu perguruan tinggi di Pamekasan saat berdiskusi beberapa waktu lalu. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Generasi muda di Kabupaten Pamekasan enggan bertani. Hal itu menjadi perhatian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pamekasan. Bahkan, instansi yang dinakhodai Mohamad itu membuat program Milenial Bertani.

Hal itu disampaikan Kabid Pemuda Dispora Pamekasan Apris Suhaimi kemarin (30/10). Menurut dia, rencana tersebut akan direalisasikan pada 2020. Tujuannya, agar ada regenerasi. Dengan demikian, lahan pertanian di Kota Gerbang Salam tidak terbengkalai.

Jika pemuda menjadi petani masa depan pertanian cukup gemilang. Dari segi biaya produksi cukup murah. Yakni, hanya bermodal lahan. ”Tidak bertani dan bergantung pada pemerintah, lalu apa yang diharapkan?” katanya.

Menurut Apris, untuk menjadi pegawai, dokter, dan pejabat cukup sulit. Karena itu, bertani menjadi solusi. Sebab, bertani akan mendorong kemandirian. ”Kita memang berupaya menjadikan pemuda yang mandiri,” terangnya.

Pihaknya akan melihat desa mana saja yang banyak sarjananya. Setelah itu, pihaknya akan menyurati kecamatan terkait. Dia akan membuka pelatihan dengan mendatangkan narasumber untuk memberikan tambahan wawasan tentang pentingnya bertani.

Pemuda asal Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, Abdul Kholisin, 31, mengatakan, tidak heran bila pemuda tidak berminat bertani. Sebab, bertani cukup berat dan hasilnya tidak banyak. ”Bagi milenial, bertani itu menurunkan citra diri,” terangnya.

Pemuda yang menempuh pascasarjana di IAIN Madura tersebut berharap pemerintah tidak setengah-setengah dalam menjalankan program tersebut. ”Nasib petani kadang tidak mujur, contohnya tembakau. Pemerintah harus bisa mengawal,” terangnya. (c2)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia